Diduga Petugas Lalai, Polisi Buru 23 Tahanan Kabur Dari LPKA Jambi

  • Laporan:

SinPo.id - Jajaran Polda Jambi dan Polres Batanghari memburu 23 tahanan yang masih buron setelah kabur dari Lembaga Penitipan Khusus Anak (LPKA) di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Muarabulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Polisi melakukan penyekatan di sejumlah titik keluar dan masuk provinsi Jambi.

Kapolda Jambi, Irjen Pol Albertus R Wibowo mengatakan, terkait kaburnya para tahanan tersbeut diduga ada dugaan kelalaian yang dilakukan personelnya. Kini personel yang bertugas disaat peristiwa itu terjadi jalani pemeriksaan di Ditpropam Polda Jambi.

"Diduga ada kelalaian oleh personel dan sekarang sedang diperiksa di Ditpropam Polda Jambi," ungkap Albertus saat meninjau langsung sel tahanan LPKA 2 B.

Kronologis

Peristiwa yang terjadi pada Minggu, (14/11) sekira pukul 21.30 WIB, saat petugas piket penjagaan memeriksa sel tahanan. Selanjutnya, sekitar pukul 22.00 WIB, salah satu tahanan, Ledi Azwar, yang diduga sebagai otak pelaku, mengambil balok kayu dari kamar mandi.

Lantas, dia mencongkel salah satu besi behel jendela ruang tahanan, hingga besi itu patah dan lepas dari rangka teralis. Azwar mencoba untuk menyiasati besi itu terpasang kembali di rangka dengan mengikat menggunakan tali agar tidak diketahui petugas jaga.

Azwar kemudian mengatur siasat dengan tahanan lain agar mau melarikan diri secara bersama-sama sekitar pukul 24.00 WIB. Satu tahanan memanggil nama salah satu petugas jaga dari arah dalam ruang sel, namun tidak ada jawaban dari petugas.

Peluang itu yang digunakan Azwar dan tahanan lainnya untuk membuka kembali besi yang sudah terikat tali. Kemudian, mereka keluar dari ruang tahanan melalui lubang atau celah jendela yang sudah bisa dibuka dan mengeluarkan badan, sehingga berpindah tempat keluar ruang tahanan atau lorong selasar.

Selanjutnya, mereka diduga telah mematikan kamera pengintai dengan mencabut kabel dari sambungan listrik yang mengakibatkan layar monitor. Diduga Azwar berusaha mencari kunci pintu sel tahanan dan akhirnya menemukan di dalam saku baju kemeja petugas jaga atas nama Bripda Ridho yang saat itu sedang digantung di salah satu jendela ruang jaga

Setelah menemukan kunci, Azwar kemudian membuka tiga pintu sel tahanan yang berisi total 24 orang. Selanjutnya, atas komando dari tahanan bernama Amin, seluruh tahanan akhirnya bersama-sama melarikan diri melewati pintu penjagaan yang tidak ada petugasnya. Mereka memanjat dinding bangunan setinggi 2,5 meter.

Para tahanan itu memanjat dinding kedua dan akhirnya memanjat dinding pagar LPKA yang tingginya sekitar 4 meter dengan menggunakan beberapa kain sarung yang diikat menjadi satu sebagai tali. Kemudian, mereka melarikan diri ke arah perkebunan belakang atau samping kanan lapas tersebut.

Saat ini, jajaran Polres Batanghari masih mengejar mereka dan salah satu tahanan, Rahmat Dwi Putra, menyerahkan diri 1,5 jam setelah dia kabur.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar