Ribuan Petani Di Iran Berunjuk Rasa Protes Kekurangan Air

  • Laporan:

SinPo.id - Ribuan petani Iran dan para simpatisannya, berkumpul di Isfahan pada Jumat, (19/11) waktu setempat untuk memprotes kelangkaan air di tengah musim kemarau. Ini adalah salah satu unjuk rasa terbesar yang pernah terjadi di Iran.     

“Biarkan Isfahan bernafas lagi. Hidupkan sungai Zayandeh Rud. Anak-anak kami membutuhkan air agar bisa memberikan pasokan makanan pada anak-anak kalian,” demikian bunyi salah satu kalimat protes, yang diteriakkan demonstran

Sejumlah rekaman video beredar di media sosial memperlihatkan massa berkumpul di dasar sungai yang kering. Sejumlah petani yang mengikuti protes ini, bahkan ada yang mendirikan sebuah tenda di sana.   

Dikutip dari Aljazeera, Sabtu (20/11), Kementerian Energi Iran meminta maaf atas kekurangan pasokan air ini. Ini adalah hal yang memalukan karena tidak bisa memberikan air yang dibutuhkan bagi tanaman atau perkebunan.

“Dengan bantuan Allah, saya berharap kita bisa mengatasi kondisi ini dalam beberapa bulan ke depan,” kata Ali Akbar Mehrabian, Menteri Energi Iran. 

Para petani di Provinsi Isfahan selama bertahun-tahun telah melakukan protes atas pembagian air dari sungai Zayandeh Rud dalam mengairi sejumlah area. Pembagian air yang dirasa kurang adil ini, telah membuat lahan pertanian mereka kering dan mengancam kelangsungan hidup mereka sebagai petani.

Tetapi demonstrasi hari Jumat (19/11) menarik banyak orang dan menarik perhatian pemerintah.

Presiden Ebrahim Raisi lantas mengadakan pertemuan dengan para ahli lingkungan, sementara wakil presiden pertamanya, Mohammad Mokhber, secara langsung berbicara kepada para pengunjuk rasa melalui panggilan telepon singkat dengan lembaga penyiaran negara.

Mokhber berjanji bahwa pemerintah "serius" menindaklanjuti masalah ini dan mengatakan dia telah memerintahkan menteri pertanian dan energi untuk menyelesaikannya. Dia menambahkan bahwa sejumlah solusi telah diusulkan tetapi tidak menyebutkan satu pun dari mereka.

Kekeringan telah melanda Iran selama beberapa dekade, tetapi telah meningkat selama dekade terakhir. Sebagian besar provinsi Iran saat ini menghadapi beberapa tingkat kekeringan.

Sebelumnya pada Juli 2021, terjadi pula unjuk rasa, yang memprotes kekurangan air di Provinsi Khuzestan, wilayah barat daya Iran. Kepala HAM PBB mengkritik penembakan pada para demonstran, namun Iran menolak kritikan tersebut.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar