Lagi, KPK Periksa Dua Saksi Swasta Terkait Dugaan Korupsi Lahan SMKN 7 Tangsel

  • Laporan:

SinPo.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua saksi terkait kasus tindak pidana korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan SMKN 7 Tangerang Selatan.

KPK menyebutkan kedua saksi yang diperiksa adalah dari pihak swasta yang terkait dengan korupsi  di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten tahun anggaran 2017.

"Tim penyidik mengagendakan pemangilan saksi-saksi antara lain, Agus Kartono dan Anastasia W Lesmana Thio." kata Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (22/11).

Menurut Ali, penyidikan bertempat di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta selatan.

Sekadar informasi, KPK sudah menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk pembangunan sekolah di Tangsel tersebut.

Sayangnya, KPK masih enggan membeberkan secara terang siapa saja pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka. KPK berjanji bakal mengumumkan pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini setelah adanya proses penangkapan dan penahanan.

Sejalan dengan proses penyidikan kasus tersebut, tim penyidik sudah menggeledah sejumlah lokasi di wilayah Jakarta, Tangerang Selatan, Serang Banten, dan Bogor.

Adapun, lokasi yang digeledah diantaranya yaitu, rumah kediaman dan kantor dari para pihak yang terkait dengan perkara ini. Tim mengamankan sejumlah dokumen barang elektronik, hingga dua unit mobil usai menggeledah sejumlah lokasi tersebut.

KPK akan menganalisa lebih jauh dua unit mobil serta dokumen-dokumen yang diamankan tersebut guna proses penyitaan. KPK sudah cukup lama menyidik kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk pembangunan SMKN 7 Tangsel.

Diduga, terdapat kerugian keuangan negara lebih dari Rp10 miliar akibat pengadaan lahan untuk pembangunan SMKN 7 Tangsel tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengadaan lahan SMKN 7 Tangsel dianggarkan pada APBD Banten 2017 dengan nilai anggaran sebesar Rp17,9 miliar.

Namun, pembelian lahan yang akan dibangun SMKN 7 Tangsel nilainya tak sampai Rp8 miliar. Diduga ada kejanggalan dalam proses pembelian atau pembebasan lahan tersebut.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar