Kecam AS Aktif Bantu Koalisi Perang, Unjuk Rasa Di Berbagai Penjuru Yaman Pecah

  • Laporan:

SinPo.id - Ribuan warga Yaman akhirnya memutuskan turun ke jalan di kota-kota besar di seluruh negeri mengecam keterlibatan AS dalam perang Saudi yang berlarut-larut di negara Arab, pada Senin (22/11).

Warga yang sudah lama berada dalam kesengsaraan akibat perang itu, membentangkan bendera Yaman dan meneriakan slogan anti-Amerika maupun anti-Saudi. Nampaknya spandun besar bertuliskan, 'AS Ada Dibalik Konflik Militer dan Ekonomi dan Kelanjutan Perang dan Pengepungan Yaman'.

Penjabat gubernur provinsi, Yahya Omran seperti dikutip dari Presstv.ir, Selasa, (23/11) mengeluarkan pernyataan selama rapat umum, mengatakan pemerintah AS telah berusaha untuk mengeksploitasi Yaman sejalan dengan kepentingan jahat mereka sendiri.

Dia mengecam Washington karena menjadi kontributor utama agresi Riyadh, termasuk membom rumah sakit, sekolah, dan rumah di negara itu.



Omran mengatakan, AS dan sekutunya, Israel, ditakdirkan untuk gagal dalam mendukung perang yang dipaksakan asing, yang telah menewaskan ratusan ribu orang Yaman, dan membuat jutaan lainnya mengungsi.

Para pengunjung rasa menyebut bahwa Washington menyesatkan dunia tentang sikapnya terhadap Yaman. Dikatakan bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden terus memberikan dukungan militer dan politik kepada Riyadh dan sekutu regionalnya. Hal itu  memungkinkan mereka melanjutkan agresi dan kejahatan menghebohkan terhadap rakyat Yaman.

Awal tahun ini, Biden mengumumkan dia mengakhiri dukungan AS untuk perang di Yaman, termasuk "penjualan senjata yang relevan," menggembar-gemborkan langkah itu sebagai bagian dari upaya untuk mengembalikan penekanan pada hak asasi manusia.

“Perang ini harus berakhir,” kata Biden pada bulan Februari.

Pendukung perdamaian, yang memuji dia saat itu, kini merasa kecewa pada pemerintahan Biden karena melanggar janji untuk mengakhiri dukungan untuk perang Saudi di Yaman.

Arab Saudi, yang didukung oleh AS dan sekutu regional, melancarkan perang terhadap Yaman pada Maret 2015, dengan tujuan untuk memasang kembali rezim mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi dan menggulingkan gerakan Ansarullah.

Perang telah menyebabkan ratusan ribu orang Yaman tewas, dan jutaan lainnya mengungsi. Itu juga telah menghancurkan infrastruktur Yaman dan menyebarkan kelaparan dan penyakit menular di negara itu.

Terlepas dari pemboman tanpa henti oleh Arab Saudi terhadap negara miskin itu, angkatan bersenjata Yaman dan komite rakyat telah tumbuh dalam kekuatan dan membuat Riyadh dan sekutunya macet di negara itu.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar