Kesal! PM Belanda Sebut Perusuh Demo Tolak Pembatasan Covid ‘Idiot’

  • Laporan:

SinPo.id - Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengkritik keras kerusuhan demo pembatasan Covid yang berlangsung selama tiga malam di negara itu. Dia menegaskan, perusuh berkedok pedemo tersebut adalah orang-orang idiot.

Dia pun berjanji akan bertindak tegas dan menangkap pelaku kerusuhan. Menurutnya, negara tidak membatasi orang protes, tetapi harus sesuai prosedur.

"Ini adalah kekerasan murni yang disamarkan sebagai demo," jelas PM Rutte, dikutip dari Reuters, Selasa (23/11).

"Saya tidak akan pernah membiarkan para idiot ini berbuat kekerasan terhadap pihak keamanan,” sambungnya.

Menurut Rutte, polisi dan pengadilan akan melakukan segala yang mereka bisa untuk menemukan pelaku kerusuhan yang menurut perdana menteri tidak ada hubungannya dengan demonstrasi.

"Ada banyak keresahan di masyarakat karena kita telah lama berhadapan dengan penderitaan corona. Tapi saya tidak akan pernah menerima orang idiot yang menggunakan kekerasan murni hanya karena mereka tidak bahagia," katanya.

Seperti diketahui,

Kekerasan dimulai di Rotterdam pada Jumat malam, dalam unjuk rasa menolak rencana pemerintah melarang warga yang belum divaksinasi dari tempat umum yang kemudian dengan cepat berubah menjadi kekerasan.

Meskipun beberapa tindakan lockdown diberlakukan kembali di Belanda pada 13 November, infeksi Covid mengalami lonjakan. Hal ini memaksa rumah sakit mengurangi pasien perawatan rutin, dan menekan pemerintah untuk memastikan perawatan tetap tersedia untuk semua kasus yang mendesak.

Kepala asosiasi rumah sakit Belanda untuk perawatan kritis LNAZ, Ernst Kuipers, mengatakan pasien Belanda pertama akan dipindahkan ke ICU di Jerman untuk mengurangi tekanan yang dihadapi rumah sakit Belanda.

Otoritas kesehatan Belanda pada Senin melaporkan lebih dari 23.000 infeksi virus corona baru dalam 24 jam, jumlah tertinggi kedua sejak awal pandemi.

Menteri Kesehatan Hugo de Jonge menekankan negara itu "jauh" dari skenario terburuk, di mana rumah sakit tidak akan memiliki cukup ruang ICU untuk setiap pasien yang membutuhkan. Namun, kata de Jonge, pemerintah akan mempertimbangkan lebih banyak pembatasan jika infeksi dan rawat inap terus meningkat. 

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar