Data Dan Fakta: Sorotan Ekonomi Dan Hubungan Perdagangan Cina-ASEAN

  • Laporan:

SinPo.id - Cina dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), pada Senin (22/11), mengumumkan pembentukan sebuah kemitraan strategis yang komprehensif.

Tahun ini menandai peringatan 30 tahun hubungan dialog Tiongkok-ASEAN. Menyaksikan perkembangan intensif globalisasi ekonomi dan perubahan besar dalam lanskap internasional, selama 30 tahun Tiongkok dan ASEAN memanfaatkan peluang zaman dan melampaui pembangunan.

Fakta dan angka seperti dilansir dari Xinhua News, berikut memberikan gambaran sekilas terkait pencapaian kerja sama ekonomi dan perdagangan bilateral Tiongkok-ASEAN.

- Pada 2020, Tiongkok tetap menjadi mitra dagang terbesar ASEAN selama 12 tahun berturut-turut, sementara ASEAN menjadi mitra dagang terbesar Tiongkok.

- Perdagangan antara Tiongkok dan ASEAN telah meroket 85 kali sejak kedua belah pihak menjalin hubungan dialog pada 1991.

- Pada paruh pertama 2021, perdagangan bilateral antara Tiongkok dan ASEAN melanjutkan ekspansi yang kuat, mencatat pertumbuhan 38,2 persen secara tahunan (year on year/yoy).

- ASEAN telah menjadi salah satu tujuan investasi keluar utama Tiongkok dan sumber investasi asing langsung, dengan kerjasama yang berkembang pesat di berbagai sektor, seperti manufaktur, pertanian, infrastruktur, teknologi tinggi, ekonomi digital, dan ekonomi hijau.

- Per Juni 2021, investasi timbal balik antara Tiongkok dan ASEAN melampaui 310 miliar dolar AS (Rp4,42 kuadriliun), sementara pendapatan bisnis perusahaan Tiongkok dari kontrak proyek di negara-negara ASEAN mendekati 350 miliar dolar AS (Rp4,98 kuadriliun).

- Pada China-ASEAN Expo ke-18 dan China-ASEAN Business and Investment Summit yang ditutup pada 13 September lalu di Kota Nanning, Tiongkok selatan, sebanyak 179 kesepakatan senilai rekor nilai gabungan lebih dari 300 miliar yuan (Rp663,9 triliun) telah ditandatangani.

- Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional, kesepakatan perdagangan bebas terbesar di dunia, diteken pada November lalu oleh 15 negara Asia-Pasifik, termasuk 10 negara anggota ASEAN, dan Tiongkok. Kesepakatan ini secara luas dianggap sebagai langkah besar untuk integrasi ekonomi regional, multilateralisme, dan perdagangan bebas.

- Pertukaran personel antara Tiongkok dan ASEAN melebihi 65 juta pada 2019. Kedua belah pihak telah bertukar lebih dari 200.000 pelajar dan membentuk lebih dari 200 pasang kota kembar.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar