Tok! Australia Tetapkan Hizbullah Sebagai Organisasi Teroris

  • Laporan:

SinPo.id - Australia menetapkan Hizbullah, kelompok Syiah yang berbasis di Lebanon yang didukung Iran, sebagai organisasi "teroris". Label itu mencakup keseluruhan grup yang berada di bawah Hizbullah, Australian Broadcasting Corporation (ABC) melaporkan.

Sayap militer Hizbullah sendiri sudah ditetapkan sebagai organisasi hitam sejak 2003. Pada bulan Mei, Amerika Serikat telah meminta pemerintah di seluruh dunia untuk mengambil tindakan terhadap Hizbullah.

Bulan lalu, Arab Saudi mengklasifikasikan asosiasi Al-Qard Al-Hassan yang berbasis di Lebanon sebagai entitas “teroris”, mengutip tautan ke kegiatan yang mendukung Hizbullah.

Australia juga menunjuk kelompok neo-Nazi global The Base sebagai organisasi “teroris”. Siapapun yang menjadi anggota kelompok ini, bisa diadili karena pelanggaran pidana.

"Pemerintah tidak menoleransi kekerasan, dan tidak ada alasan - agama atau ideologi - yang dapat membenarkan pembunuhan orang yang tidak bersalah," kata Menteri Dalam Negeri Karen Andrews dalam sebuah pernyataan saat mengumumkan klasifikasi baru tersebut.

ABC mengatakan bahwa badan intelijen domestik Australia semakin khawatir tentang ekstremisme sayap kanan dan supremasi kulit putih, dan bahwa anggota The Base sekarang bertanggung jawab atas sekitar sepertiga dari penyelidikannya.

Inggris dan Kanada telah menambahkan organisasi tersebut ke daftar “teroris” mereka.

Sebelum pengumuman hari Rabu, (24/11), Australia telah mengklasifikasikan 26 kelompok sebagai organisasi "teroris", termasuk ISIL (ISIS), Boko Haram dan Abu Sayyaf.

Amerika Minta Negara Dunia Tetapkan Hizbullah Teroris  

Sebelumnya, Penjabat Wakil Koordinator Utama untuk Biro Kontraterorisme Amerika Serikat (AS), Chris Landberg, mengatakan, Iran adalah sponsor terorisme dunia terkemuka. Washington mendesak pemerintah seluruh dunia untuk menetapkan kelompok Hizbullah yang didukung Iran berbasis di Lebanon sebagai organisasi teroris.

“Iran telah mendanai dan mempersenjatai proksinya dengan teknologi canggih, dan memungkinkan serangan di seluruh kawasan,” ujar Landberg, seperti dilansir Alarabiya, Kamis (17/11).

Landberg mengatakan, kelompok lain yang didukung Iran di Suriah, Irak, dan Yaman terus melakukan aktivitas berbahaya dan merusak stabilitas di Timur Tengah serta dunia. Beberapa anggota parlemen mengangkat masalah Iran dan proksinya di seluruh dunia.


Landberg mengatakan, Biro Kontraterorisme telah mempelopori kampanye diplomatik melawan Hizbullah. "Kami mendesak pemerintah mengambil langkah-langkah untuk mengakui kelompok itu (Hizbullah) sebagai organisasi teroris dan membatasi kegiatannya di negara mereka," kata Landberg.

Landberg mengatakan, 14 negara dari Eropa, Amerika Selatan dan Amerika Tengah dalam beberapa tahun terakhir telah melarang, menjatuhkan sanksi, atau membatasi Hizbullah beroperasi di negara mereka. Selain Hizbullah, Landberg juga mengatakan bahwa ISIS masih tetap menjadi ancaman yang meluas bagi Amerika Serikat.

"Kehadiran ISIS secara global terus tumbuh. Kelompok teroris tetap menjadi ancaman bagi Amerika Serikat, sekutu, dan kepentingan di luar negeri. ISIS, (Alqaeda), dan afiliasinya telah terbukti tetap memiliki tekad, terlepas dari kemajuan signifikan yang telah kami buat dalam menurunkan kemampuan mereka untuk mengancamAS," kata Landberg.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar