Anggiat ‘Kerabat Jenderal’ Akui Khilaf, Tulus Minta Maaf Ke Arteria Dan Ibunya!

  • Laporan:

SinPo.id - Anggiat Pasaribu atau Rindu, perempuan ‘Kerabat Jenderal’ mengakui kekhilafannya ribut-ribut dengan anggota DRP RI Arteria Dahlan dan ibunya di Bandara Soetta, sebelumnya.

Karena itu, Anggiat mengaku siap meminta maaf ke Arteria dan ibunya. Sebelumnya, identitas Anggiat diungkap Clanse Pakpahan, yang ditunjuk sebagai pengacara Anggiat.

Dia pun secara tulus meminta maaf kepada Arteria dan ibundanya. Pun, permintaan maaf ia sampaikan kepada abang sepupunya, Brigjen Zamroni yang saat itu juga terlihat di video viral.

Permintaan maaf juga disampaikan kepada suaminya Lettu Bayu karena ikut terseret dalam pusaran permasalahan ini. Anggiat juga menyampaikan kondisinya saat ini tengah sakit. Namun, dia ingin permasalahan ini segera tuntas.

"Saya sudah khilaf dan banyak berita tidak benar juga terkait saya dan keluarga. Saya masih dalam keadaan sedang sakit. Saya hanya ingin selesai semua," ucap Anggiat seperti dilansir dari detikcom, Rabu (24/11).

"Untuk keluarga besar bapak Arteria Dahlan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya," sambungnya.

Terkait tekanan dari semua pihak, Anggiat tidak ingin membicarakan hal itu, karena khawatir salah ucap dan memperuncing masalah ke mana-mana.

“Cukup saya sadar saya khilaf dari hati saya. Saya terima kasih banyak sama semua pihak yang bantu saya. Bang Ucen (Hasan Husaeri Lubis), Kak Nana, Bang Clanse, dan Kakak Anggy, dan paling utama untuk pihak dari abang saya abang Arteria yang mau memaafkan saya," ujar Anggiat.

Kasus ini berawal dari cekcok antara anggota DPR RI Arteria Dahlan, ibunya, dengan seorang perempuan muda di Bandara. Kejadian ini diunggah anggota DPR RI Sahroni lewat akun Instagram pribadinya. Perempuan itu mengaku sebagai keluarga dari Jenderal Bintang Tiga.

Keributan terjadi setelah mereka turun dari bus menuju ke Terminal 2 Bandara Soetta. Di lorong sejak turun dari bus itulah diduga barang bawaan ibunya Arteria menghalangi perempuan yang berjalan didampingi seorang pria berkacamata.

Arteria mengonfirmasi kejadian yang menimpanya dan meminta Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman bertindak tegas.


Menurutnya, peristiwa berawal dari dalam pesawat saat pesawat yang mengantarkan dirinya dan keluarga serta perempuan tersebut dari Bali mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.

Ia berkata, dirinya yang menaiki pesawat bersama ibunya dan stafnya dianggap menghalangi jalan saat perempuan tersebut hendak turun dari dalam pesawat. Padahal, katanya, pesawat baru mendarat dan pintu pesawat belum terbuka ketika itu.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar