Cium Tangan Arteria Dan Ibunda, Anggiat: Saya Minta Maaf Terlalu kurang Ajar!

  • Laporan:

SinPo.id - Insiden makian perempuan ‘kerabat jenderal’ Anggiat Pasaribu yang saat itu didampingi sepupunya Brigjen TNI Zamroni dengan anggota DPR RI Arteria Dahlan dan ibunya, Wasniar Wahab di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) seperti mencapai klimaksnya.

Pada Kamis, (25/11), kedua belah sepakat bertemu dan saling memaafkan. Anggiat bersama keluarga menyambangi Arteria Dahlan di gedung DPR. Pertemuan berlangsung di ruang Fraksi PDI Perjuangan, lantai 7, gedung Nusantara I, kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta. Hadir juga ibunda Arteria Dahlan Wasniar Wahab.

Arteria terlihat mengenakan kaus berwarna abu-abu, sementara ibunya mengenakan baju lengan panjang berwarna hitam dan kerudung merah.
Sebelum Arteria dan ibunya tiba, Anggiat Pasaribu terlihat lebih sering menunduk. Dia juga terlihat menggenggam tangan wanita yang mendampinginya.


Anggiat yang datang bersama sejumlah anggota keluarganya juga bersalaman serta mencium tangan Arteria dan Wasniar sambil menangis. Rindu-sapaan Anggiat, juga sempat sungkem dengan Wasniar.

Anggiat sadar, perbuatanya memarahi ibi Arteria sudah keterlaluan sehingga tidak ada pembenaran apapun untuk sikapnya. Arteria dan Wasniar pun memaafkan Anggiat. Wasniar terlihat tersenyum saat berkali-kali disalami dan dipeluk oleh Anggiat.

“Saya ke sini minta tolong sama Abang Rindu dan semua. Terima kasih Bang Arteria dan Ibu mau nerima Rindu di sini, Rindu di sini nggak mau cari pembenaran, Rindu khilaf, Rindu salah, salah banget nggak ada pembenaran dari perbuatan itu. Semua jadi gaduh, untuk semua Rindu minta maaf, khususnya ke Abang dan Ibu, Rindu minta maaf sudah sekurang ajar itu. Sudah itu aja terima kasih,” kata Anggiat.

Sementara itu, Wasniar, mengaku sudah sejak awal memaafkan Anggiat. Sebagai seorang guru yang sudah puluhan tahun mengabdi, Wasniar sudah terbiasa menghadapi berbagai tingkah laku anak murid.

"Sebenarnya sejak awal kami itu sudah memaafkan, cuma kami heran kok masih dilaporkan. Saya menghadapi banyak anak dengan berbagai perangai dan tingkah laku. Tidak apa-apa, sudah jadi bagian dari kehidupan ibu menjadi guru dan hidup dalam dunia pendidikan," demikian Wasniar.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar