Breaking News: Jokowi Setujui Desain Istana Negara IKN Karya Nyoman Nuarta

  • Laporan:

SinPo.id - Presiden Jokowi menyetujui desain final bangunan Istana Negara di Ibu Kota Negara (IKN) Baru, Kalimantan Timur karya desainer I Nyoman Nuarta usai dipresentasikan langsung di Istana Negara, 3 Januari 2022.

Informasi itu disampaikan langsung I Nyoman Nuarta melalui unggahannya di media sosial Instagram @nyoman_nuarta, seperti dikutip SinPo.id, Rabu (5/1). Dalam unggahan itu, Nyoman menyampaikan jika saat presentasi itu dihadiri juga oleh Mensesneg, Menteri PUPR dan Dirjen Cipta Karya.

“Desain ISTANA IKN , yang telah final disambut dgn sukacita, dan telah disetujui Presiden (emoji terimakasih dan jempol,” tulis Nyoman.

“Terimakasih atas segala dukungannya untuk dapat menciptakan karya orisinil yang tidak dipengaruhi kaidah2 arsitek colonial,” sambung Nyoman.

Gambar desain Istana Negara IKN Baru yang diunggah Nyoman Nuarta di instagram pribadinya sontak mendapatkan banyak pujian dari warganet di kolom komentar.

Salah satunya datang dari seorang pembawa acara senior Tantowi Jahja yang menilai desain istana yang dibuat Nyoman sangat megah dan modern.

"Sangat megah. Desain yang modern dan fungsional yang berangkat dari nilai-nilai lokal. Kita, rakyat Indonesia pasti akan bangga ketika IKN ini terwujud nantinya. Bangga punya seniman seperti pak Nyoman Nuarta," kata Tantowi melalui akun pribadinya @tantowiyahyaofficial.

“Terimakasih sahabat pencinta seni semoga IKN berjalan lancar,” balas Nyoman.

Meski demikian, ada juga beberapa warganet yang justru mengkritisi dan mempertanyakan pernyataan Nyoman yang menyebut bahwa karyanya tidak dipengaruhi oleh kaidah-kaidah arsitek kolonial.

“Mengutip "tidak dipengaruhi arsitektur kolonial", saya perkirakan ini hanya dalam lingkup langgam ya ? karena ilmu rancang bangun yang saat ini masih umum digunakan dalam struktur beton bertulang, rangka baja dan sistem pondasi, semua memiliki akar tradisi arsitektur kolonial ketika pengetahuan ini dikenalkan ke bumi nusantara oleh pekerja rancang bangun colonial,” tulis @sindikatdsn.

“Betul mungkin hanya permukaan langgam. Tanpa “kaidah” rancang bangun warisan kolonial arsitektur kita akan tetap pake umpak batu dinding anyaman dan beratapkan daun,” timpal akun @grenaldy.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar