Kazakhastan Mencekam! Polisi Tembak Mati Puluhan pengunjuk Rasa

  • Laporan:

SinPo.id - Kerusuhan di Kazakhstan terus berlanjut. Korban jiwa dari pengunjuk rasa maupun aparat kepolisian saling berjatuhan. Informasinya, dalam insiden ini ada sebanyak 12 polisi di Almaty, kota terbesar di negara itu, dilaporkan tewas. Sementara itu, polisi juga menembak mati puluhan pengunjuk rasa.

Saltanet Azirbek, juru bicara polisi Kazakhastan mengatakan kepada saluran televisi Khabar 24 pada Kamis (6/1) bahwa “pasukan ekstremis” sejak semalam berusaha memasuki gedung administrasi dan departemen kepolisian di kota terbesar di negara itu. Salah satu dari aparat yang menjadi korban jiwa itu bahkan ditemukan dalam kondisi kepala terpenggal.

“Puluhan penyerang berhasil digagalkan dan identitas mereka juga sudah diketahui,” katanya.

Demonstrasi dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar tetapi sejak itu berkembang menjadi protes terbesar sejak negara bekas Soviet itu memperoleh kemerdekaan pada tahun 1991.

Kazakhstan saat ini menghadapi aksi protes jalanan terburuk sepanjang sejarah negara itu sejak memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet tiga dekade lalu. Gedung-gedung pemerintah dibakar dan banyak aparat penegak hukum yang tewas.

Sebuah aliansi militer yang dipimpin Rusia, Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO), menyatakan Kamis pagi bahwa mereka akan mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Kazakhstan atas permintaan Presiden Kassym-Jomart Tokayev. Aksi protes massa yang kian meningkat, mengguncang Kazakhstan sejak Minggu (2/1/2022) lalu.

Warga menentang kenaikan harga bahan bakar gas cair yang ditetapkan pemerintah. Demonstrasi pada awalnya bermula di bagian barat negara itu, namun menyebar ke Almaty dan Ibu Kota Kazakhstan, Nur-Sultan.

Presiden Kazakh mengajukan banding ke CSTO

Kekacauan pada Kamis ini terjadi sehari setelah para demonstran menyerbu istana presiden dan kantor walikota di Almaty dan membakar keduanya. Kerumunan juga sempat menyerbu bandara Almaty pada hari Rabu, mendorong beberapa pembatalan penerbangan.

Video yang belum diverifikasi di media sosial menunjukkan pasukan berpatroli di jalan-jalan berkabut Almaty semalaman, menembakkan senjata, serta penjarahan yang meluas di kota.

Kementerian dalam negeri Kazakh mengatakan sedikitnya delapan polisi dan pasukan penjaga nasional tewas dalam kerusuhan itu sementara 300 lainnya terluka.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar