Survei Indikator Politik: TNI, Presiden Dan Polri Paling Dipercaya Publik

  • Laporan:

SinPo.id - Hasil survei Lembaga Survei Indikator menempatkan TNI menjadi Institusi Negara yang lebih dipercaya publik dibanding Presiden. Survei terhadap kepercayaan Institusi negara ini menempatkan Presiden di urutan kedua disusul Polri dan KPK.

TNI berada di posisi pertama dengan tingkat kepercayaan mencapai 92,2 persen, di bawahnya Presiden sebanyak 82,7 persen. Sedangkan di posisi ketiga, Polri memiliki tingkat kepercayaan sebanyak 74,1 persen.

"TNI merupakan Lembaga yang paling dipercaya, baru kemudian presiden, dan Polri," kata Burhanudin dalam rilis survei yang diterima SinPo.id, Minggu (9/1).

Burhanuddin menilai, menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri, karena dalam kurun waktu belakangan, banyak pemberitaan tidak baik terhadap Institusi Bhayangkara tersebut.

"Ada sebelumnya, anggota Polri yang meminta kekasihnya untuk menggugurkan kandungan, sehingga akhirnya bunuh diri di kuburan ayahnya," ucap Burhanuddin.

Sedangkan, di bawa ketiga Institusi Negara itu, di posisi keempat ada KPK dengan tingkat kepercayaan atau kepuasan mencapai 71,7 persen. Disusul Mahkamah Agung (MA), Mahkamah Konstitusi (MK) dan Pengadilan.

Partai Politik berada di posisi paling bawah sebagai Institusi Negara dengan tingkat kepuasan atau kepercayaan publik paling rendah. Tingkat kepuasan publik pada Partai Politik hanya mencapai 52,9 persen.

Kondisi Umum Nasional

Dalam hasil survei yang dikeluarkan Indikator, publik masih lebih banyak yang menilai negatif keadaan ekonomi nasional, namun dalam enam bulan terakhir kondisi nasional mulai dinilai membaik.

Selanjutnya, masalah yang menurut warga harus segera diselesaikan ialah lapangan pekerjaan atau pengangguran, kemudian pemberantasan korupsi, dan pengendalian

harga barang-barang pokok.

Surevei bertajuk ‘Pemulihan Ekonomi Pasca-Covid-19, Pandemic Fatigue, dan Dinamika Elektoral Jelang Pemilu 2024', dilakukan terhadap 2020 responden dengan jumlah sampel basis 1.020 responden yang tersebar proporsional di 34 provinsi dan dilakukan penambahan 800 responden dari Jawa Timur.

Dengan asumsi metode simpel random sampling, ukuran sampel basis 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar