Kasus Pria Tendang Sesajen! Umat Hindu Hingga GP Ansor Resmi Lapor Polisi

  • Laporan:

SinPo.id - Aksi seorang pria menendang dan membuang sesajen di area aliran lahar Gunung Semeru, Lumajang seperti yang viral di media sosial berbuntut panjang. Kasus tersebut resmi dilaporkan ke polisi.

Tak tanggung-tanggung. Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Pemuda Ansor Lumajang resmi melaporkan pria pembuang sesajen ke Polisi Resort (Polres) Lumajang, Senin (10/1).

Di lokasi berbeda, DPD Prajaniti Hindu Dharma Jawa Timur juga melaporkan aksi tersebut ke Polda Jawa Timur.

Laporan GP Ansor

Ketua PC GP Ansor Lumajang didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Lumajang, Gus Abdul Mugits Naufal membuat laporan ke Polres Lumajang dengan membawa berkas yang dibutuhkan.

"Alhamdulillah laporan sudah diterima Polres," ungkap Gus Naufal, Senin (10/1).

Menurutnya, aksi pria yang menendang sesajen itu sangat menciderai rasa kekompakan dan kebersamaan sebagai warga lumajang. Sebab menurutnya, itu adalah tradisi lokal yang memang secara turun temurun sudah dilaksanakan oleh warga Lumajang.

Pihaknya meminta kasus tersebut diusut pihak Kepolisian. Selain itu, Banser dan tim siber juga dikerahkan untuk juga mencari keberadaan orang tersebut.

“Kami sudah memerintahkan Banser untuk mencari orang tersebut untuk identifikasi dari kelompok mana, tujuannya, dan motifnya apa ke Lumajang. Mau jadi relawan atau apa,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Lumajang Fajar Bangkit Sutomo mengatakan, kasus video viral seorang pria tendang sesajen hari ini sudah ada yang melaporkan ke Polres Lumajang.

“Hari ini kita sudah menerima secara resmi laporan warga, nanti kami akan melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Umat Hindu Merasa Dilecehkan

Sementara itu, DPD Prajaniti Hindu Dharma Jawa Timur, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Timur untuk melaporkan orang dalam video tersebut, Senin siang (10/1).

Video tersebut dinilai telah menodai toleransi yang sudah terbangun baik, khususnya di kawasan Lumajang Jawa Timur.

"Toleransi sudah berjalan baik di Lumajang dan sekarang harus dinodai lewat unggahan video oleh orang tidak bertanggung  jawab," terang I Ketut Suardana, Wakil Ketua Bidang Hukum DPD Prajaniti Hindu Dharma Jawa Timur. 

Prajaniti Hindu Dharma berharap polisi dapat segera menangkap pelaku  agar motif pelaku melecehkan ajaran agama Hindu ini bisa terungkap, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan.

"Kami berharap pelaku segera ditangkap agar motif pelaku bisa segera terungkap. Kami khawatir ada upaya adu domba dalam unggahan video tersebut," tambah Ketut Suardana. 

Sebelumnya diberitakan, sebuah video pembuangan sesaji di kawasan Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang viral beredar di media sosial. Ada dua video yang beredar berdurasi 30 detik dan 20 detik.

Tampak di dua video itu, pria dengan menggunakan pakaian abu-abu, rompi hitam, dan penutup kepala berwarna hitam membuang dan menumpahkan beberapa sesaji. Sesaji berupa beras, bunga, pisang, yang diletakkan di sebuah tempat dibuang pria yang bersangkutan.

Bahkan di video yang dilihat tersebut, pria ini mengambil sebuah sesaji yang diduga dijadikan rangkaian sembahyang agama Hindu. Sebab terlihat sesaji berupa canang sari diambil dari tempat persembahyangan kecil agama Hindu yang biasanya ada di rumah-rumah, atau desa. Sesaji itu ia buang sambil mengucapkan takbir beberapa kali.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar