Arteria Dahlan Tantang Pelapor Gibran-Kaesang Ke KPK Buktikan Tuduhanya...

  • Laporan:

SinPo.id - Dua putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Laporan itu dilayangkan aktivis 98 yang juga merupakan Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, dengan didampingi kuasa hukumnya.

Menanggapi hal itu, politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan menegaskan, pihaknya tidak mempermasalahkan laporan tersebut. Namun ditegaskan Arteria, partainya akan memback-up Gibran dan Kaesang yang dilaporkan ke lembaga rasuah ini.

“Namanya orang melapor silahkan saja. Itu hak yang sudah disediakan Undang-undang dan konstitusional. Pelapor itu juga harus bisa membuktikan kapasitas sebagai pelapor yang baik,” kata Arteria kepada wartawan, di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (11/1).

“Kami mohon juga, silahkan buktikan laporannya dengan bukti-bukti yang akurat disertai saksi-saksi,” tambahnya.

Bagi Arteria, laporan terhadap Gibran dan Kaesang momennya dianggap kurang tidak tepat. Alasanya, jika benar kedua anak Jokowi tersebut melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan itu, harusnya dari dulu dilaporkan.

“Kalau saya beranggapan, ya ini momennya kurang pas ya. Kalau memang ada kejadian-kejadian seperti itu, kenapa nggak dari kemarin-kemarin dilaporkan,” tanyanya.

“Dan kami, termasuk saya, adalah orang yang tidak percaya Pak Jokowi dan keluarga untuk melakukan perbuatan-perbuatan seperti itu. Pak Jokowi sudah bisa memberikan contoh kepada kita semua, termasuk juga Mas Gibran dan Mas Kaesang, bagaimana menjadi presiden dan anak presiden yang baik.

Arteria mengaku tidak habis pikir dengan laporan terhadap anak-anak Jokowi yang dianggap sangat sederhana dan bersahaja seperti rakyat biasa pada umumnya.

“Kami juga sangat sedih, prihatin atas laporan tersebut. Intinya kita back-up, apapun itu jangan sampai ini suatu hoax. Jangan sampai juga menimbulkan citra buruk terhadap presiden dan keluarga presiden yang sudah banting tulang menyerahkan hidupnya kepada negara. Tapi sangat disayangkan masih dilaporkan seperti itu,” imbuhnya.

“Kita akan cari tahu motif di balik laporannya,” demikian Arteria.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar