‘Sahabat’ Megawati, Ahok Otomatis Cagub DKI 2024?

  • Laporan:

SinPo.id - Sebutan ‘Sahabat’ oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terhadap Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di acara HUT ke-49 PDIP memunculkan sejuta pertanyaan di benak publik.

Salah satunya terkait kemungkinan Ahok “otomatis” akan dijadikan sebagai calon Gubernur DKI di Pilkada 2024. Ada juga yang beranggapan, dengan penyebutan ‘sahabat’, membuat Ahok semakin leluasa berkoar-koar.

Menurut pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin, Ahok akan semakin merasa leluasa karena mendapat backup dari petinggi partai penguasa.

"Bisa saja Ahok merasa mendapatkan bekingan dari Megawati lalu Pertamina kembali terancam dapat "barang bagus" seperti mobil listrik asal Jerman kemarin," kata Ujang Komarudin, kemarin.

Direktur Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengatakan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir perlu melakukan kontrol terhadap manuver jajarannya di perusahaan plat merah, salah satunya manuver Basuki Tjahaja Purnama sebagai Komisaris Utama PT Pertamina.

“Erick Tohir perlu lakukan kontrol langsung pada sikap dan kejumawaan Ahok," katanya.

Terserah Megawati

Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto buka suara terkait penyebutan Ahok sebagai sahabat oleh Megawati Soekarnoputri. Ia beranggapan bahwa "persahabatan" antara Megawati dan sejumlah tokoh politik adalah biasa.

"Ibu Mega itu membangun persahabatan dan sekali klik (cocok) itu terus berlangsung," kata Hasto dalam jumpa pers, Senin siang.

Hasto juga menyinggung kemungkinan Ahok dicalonkan PDIP untuk maju di Pilkada DKI 2025. Menurutnya, keputusan itu tergantung dari sang ketua umum.

"Kalau Bu Mega (Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI-P) mau menetapkan Pak Ahok (sebagai calon gubernur), itu kewenangan Bu Mega," ujar Hasto.

Akan tetapi, ia tak ingin sesumbar bahwa Ahok sudah diberi lampu hijau untuk kembali memimpin DKI Jakarta lewat Pilkada 2024. Hasto menyebutkan, belum ada sinyal kuat bahwa Ahok akan kembali diusung oleh PDI-P untuk menjadi calon gubernur DKI.

"Itu (panggilan) sahabat tidak ada kaitannya dengan Pilgub 2024," tegas Hasto.

Respons Ahok

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok buka suara terkait sinyalemen untuk Pilkada DKI. Ia mengatakan belum ada pembicaraan mengenai hal tersebut dengan Megawati.

"Sejauh ini enggak ada (pembicaraan untuk maju kembali sebagai calon Gubernur DKI)," kata Ahok melansir Kompas.com, Rabu (12/1).

Ahok mengatakan, hingga saat ini tak ada pembahasan soal dirinya diminta untuk maju kembali dalam kontestasi pilkada di DKI Jakarta, meskipun saat ini dia merupakan salah satu kader PDI-P.

"Yang saya tahu, tidak ada pembicaraan untuk (maju kembali sebagai calon gubernur) di DKI," kata dia.

Ahok pun meminta tidak ada pihak yang berandai-andai terkait hal itu, termasuk berandai-andai jika Megawati Soekarnoputri akan memintanya untuk maju kembali di kursi DKI 1. Sebab, saat ini dirinya masih fokus pada tugas-tugasnya di Pertamina.

"Jangan berandai-andai. Yang jelas sekarang tugasnya di Pertamina," demikian Ahok.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar