Antisipasi, Ini Persiapan Pemerintah Hadapi Lonjakan Varian Omicron

  • Laporan:

SinPo.id - Pemerintah melalui Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan telah menyiapkan tempat tidur di rumah sakit, obat-obatan hingga oksigen generator untuk menghadapi lonjakan kasus Omicron yang akan terjadi sebentar lagi. 

"Pemerintah sudah mempersiapkan RS. Kita memiliki 80.000 tempat tidur yang siap sekarang. Yang sudah terisi 3.000. Jadi kita masih punya room yang cukup banyak dan kita masih bisa meningkatkan jumlah kamar RS ke angka 190.000," ujar Budi melalui konferensi video yang dilihat Rabu (12/1). 

Budi menerangkan saat ini sebanyak 3.000 tempat tidur sudah terisi oleh pasien Corona. Pemerintah juga tak luput menyiapkan obat-obatan seperti Molnupiravir dan lain sebagainya. "Kita juga sudah memastikan prokes yang baru untuk perawatan di RS belajar dari pengalaman yang sudah kita jalani," tuturnya. 

Tak lupa, kata dia, pemerintah menyiapkan alat pendukung utama lainnya yakni oksigen generator. "Sebanyak 16.000 lebih oksigen generator sudah kita distribusikan ke seluruh RS di seluruh Indonesia," papar Budi. 

Sementara itu, Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan puncak kasus Omicron di Indonesia akan terjadi pada awal Februari 2022. Menurut Luhut proses infeksi Omicron lebih cepat dari Delta. 

"Dari hasil pengamatan terhadap pengalaman negara lain, puncak varian Omicron mencapai puncaknya dalam kisaran waktu 40 hari, lebih cepat dari varian Delta. Untuk kasus Indonesia, kita perkirakan puncak gelombang karena Omicron akan terjadi pada awal Februari," ungkapnya. 

Luhut memprediksi sebagian besar kasus Omicron yang terjadi di Indonesia akan bergejala ringan. Karena itulah strategi penanganannya berbeda dengan varian Delta. Kasus positif varian Omicron di Indonesia melonjak jadi 802. Sebagian besar masih disumbangkan oleh pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Dari 537 kasus di Jakarta, 435 di antaranya berasal dari PPLN. 

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan vaksinasi booster dan skrining ketat PPLN adalah kunci untuk menahan laju penularan Omicron. Khusus untuk karantina, Jokowi ingin hal itu dilakukan secara ketat. Jangan sampai ada importasi kasus yang lolos ke masyarakat.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar