Netizen Gaungkan Tagar Dukung Ubedilah Badrun Yang Laporkan Putra Jokowi Ke KPK

  • Laporan:

SinPo.id - Dukungan untuk dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun yang telah berani melaporkan dua putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep atas dugaan KKN terus mengalir.

Netizen menggaungkan jika Ubedilah berjuang tidak sendirian. Banyak masyarakat yang memberikan dukungan atas keberanian Ubedilah. Tidak sedikit yang menyindir oknum aktivis yang melaporkan balik Ubedilah, sebagai aktivis bau menyan dan perlu ziarah ke makam almarhum Soeharto.  

Diketahui, karena melaporkan anak presiden, Ubedilah malah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer. Ia juga menuntur agar Ubedilah meminta maaf.  

Laporan Ubedilah menurut Noel (sapaan Immanuel) berbasis kepalsuan dan berita hoaks. Sehingga, pihaknya melaporkan Ubedillah dengan Pasal 317 KUHP tentang pengaduan fitnah.

Sontak hal tersebut mendapat beragam respon dari dari berbagai pihak. Bahkan, netizen Twitter berbondong-bondong menggaungkan tagar dukung Ubedilah Badrun, Sabtu (15/1).

Hingga berita ini ditulis, tagar dukung Ubedilah Badrun menjadi trending topic di sosial media Twitter. Sebanyak 9.349 pengguna sosial media telah menggaungkan tagar tersebut.

"Lanjut terus mas Ubedilah Badrun! Tidak boleh ada yg merasa kebal hukum di Indonesia," ujar salah seorang netizen.

"Jangan biarkan dosen UNJ bang ubedilah badrun berjuang sendirian guys, dukungan dari kita semua sangat berarti untuk perjuangan beliau," tegas netizen lainnya.

"Istana harus mampu menjawab isu KKN dari 2 anak presiden Jokowi ini, Gibran dan Kaesang, benar atau tidak benar harus melalui proses pembuktian hukum yang jelas dan transparan," jelas netizen lainnya.

“Anak Jokowi juga sebagai anak presiden gak boleh disentuh Hukum. Anak Soeharto juga sebagai anak presiden boleh disentuh oleh Hukum. Aktivis bau menyan. Pala lu peyang. Semua orang sama di hadapan Hukum cong. Lupa ya kasus kebakaran hutan. siapa yg dihukum,” sindir netizen @Huk***D**.

“Katanya hukum itu harus di tegak kan tampa harus pandang bulu, kok anak nya pak Joko ngak boleh disentuh hukum, kenapa.? mentang² anak presiden gitu, jadi kalau seorang anak presiden bebas hukum, enak juga ya jadi anak presiden. Pret,” sindir yang lainnya.

Kritikan keras disampaikan jurubicara Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Adhie Massardi. Ia menyindir relawan Jokowi Mania (Joman) melaporkan Ubedillah Badrun ke Polda Metro Jaya lantaran dituding mencemarkan nama baik.

Adhie menyarankan agar mereka yang menentang langkah Ubed namun mengaku sebagai aktivis untuk segera menziarahi makam Presiden ke-2 Soeharto.

“Ziarahi makam pak Harto jika ada yang ngaku aktivis 98 tapi gak dukung Ubedillah Badrun berantas KKN,” sindir Adhie melalui unggahan di akun Twitter miliknya, Jumat (14/1).

Mengapa harus berziarah ke makam Soeharto, jelas Adhie agar bisa meminta maaf telah menuduh keluarga Soeharto telah melakukan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) bahkan hingga melakukan demonstrasi ke jalan.

“Didemo besar-besaran. Hmm mereka itu pendemo daya ingat pendek,” ujar Adhie kembali menyindir.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar