Dewan Pers SinPo

Pengamat Imbau Publik Figur Belajar Dari Kasus Edy Mulyadi Yang Panen Kecaman

Laporan: Ari Harahap
Rabu, 26 Januari 2022 | 12:24 WIB
Eks Caleg PKS Edy Mulyadi/net
Eks Caleg PKS Edy Mulyadi/net

SinPo.id - Publik figur diminta dapat mengambil pelajaran dari kasus pernyataan Edy Mulyadi yang dinilai sudah menghina warga Kalimantan.

Demikian disampaikan pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga dalam keterangannya kepada SinPo.id, Rabu (26/1).

Menurutnya, publik figur perlu berhati-hati dalam setiap menyampaikan pesan kepada khalayak umum. Dia mengatakan setiap pesan yang ingin disampaikan haruslah terukur agar dapat meminimalkan misspersepsi.

"Sebab, sekali terjadi miss persepsi, maka akan terjadi efek bumerang yang dasyat bagi si penyampai pesan," kata Jamiluddin.

Akademisi Universitas Esa Unggul itu menyarankan kepada publik figur untuk berpikir dulu sebelum bertindak menyampaikan pesan kepada publik.

"Hindari bertindak dulu baru berpikir," tegasnya.

Jamiluddin menilai tidak ada yang bisa melarang apabila warga Kalimantan merasa terhina akibat pernyataan Edy Mulyadi. Sebab, Dia menjelaskan dalam komunikasi setiap penerima pesan berhak mempunyai persepsi sendiri atas pesan yang diterimanya.

"Penyampai pesan, seperti Edy Mulyadi, tidak bisa memaksakan makna pesan sebagaimana yang dimaksudnya jin buang anak dan yang mau tinggal di IKN hanya monyet," jelasnya.

Mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta itu mengungkapkan saat pesan disampaikan ke publik, maka publik punya hak mempersepsi pesan tersebut sesuai latar belakangnya.

"Karena itu, wajar kiranya bila setiap pesan dipersepsi beragam oleh khalayak. Hal itu juga terjadi terhadap pesan yang disampaikan Edy Mulyadi," ungkapnya.

Sehingga, menurutnya, jika banyak warga Kalimantan mempersepsi pesan yang disampaikan Edy Mulyadi dalam konotasi negatif. Maka, dalam konsteks komunikasi tentulah hal tersebut sebagai hal yang wajar.

"Hal itu juga dapat terjadi bagi warga mana saja di dunia ini," tandasnya.sinpo

Komentar: