Dewan Pers SinPo

Gus Muhaimin Luncurkan Buku Visioning Indonesia

Laporan: Bayu Primanda
Rabu, 07 September 2022 | 16:50 WIB
Muhaimin Iskandar/Istimewa
Muhaimin Iskandar/Istimewa

SinPo.id -  Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar meluncurkan buku berjudul Visioning Indonesia. 

Buku kedua tentang politik kesejahteraan ini merupakan hasil dialog dengan rakyat dalam rangkaian perjalanan Gus Muhaimin ke seluruh wilayah di Indonesia.

“Ini serial yang kedua, Insya Allah ada ketiga dan keempat. Dari hasil dialog, masih besar kesenjangan dalam hidup masyarakat kita. Karenanya, tugas kita menutup kesenjangan ini,” kata dia dalam pidato peluncuran buku di Domestik Spark Senayan, Jakarta, Rabu (7/9).

Turut hadir dalam peluncuran buku ini sejumlah politisi beken tanah air, Pimpinan DPR RI, perwakilan Fraksi di DPR RI dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Nampak juga Dubes Ukraina dan Wakil Dubes Rusia hadir di kursi undangan. Tak ketinggalan, Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah.

Dalam pidatonya Gus Muhaimin menegaskan, politik kesejahteraan harus terus didengungkan guna menghapus kesenjangan dan menciptakan cita-cita keadilan sosial yang normatif.

“Hari ini kita masih punya banyak pekerjaan. Yang salah siapa, bukan siapa-siapa. Yang salah adalah realitasnya. Memang sulit. Nah dari situ perlu konsistensi, perlu namanya kalau bahasa saya Istiqomah,” terang Wakil Ketua DPR RI ini.

Negara, lanjut Gus Muhaimin, harus tetap menjadi pelindung masyarakat. Keberadaan negara bukan hanya menjadi pengelola pasar, melainkan menjadi pelindung masyarakat dalam menghadapi kekuatan pasar.

“Ini harus dirombak tata kelolanya kita sehingga kita lebih maju. Karena itu saya ingin pengkayaan melalui launching buku hari ini bisa menjadi inspirasi semuanyalah, terutama saya sebgai politisi, anak buah saya di kabinet dan di legislatif,” tegasnya.

“Demokrasi harus mampu melahirkan kesejahteraan. Negara harus mampu memanusiakan rakyatnya,” demikian kata Gus Muhaimin.sinpo

Komentar: