Dewan Pers SinPo

Serangan Balasan Ukraina Terhadap Rusia di Izyum Bukti Intelijen Moskow Payah

Laporan: Tri Bowo Santoso
Sabtu, 17 September 2022 | 20:56 WIB
Pasukan militer Ukraina. Foto: AFP/Juan Barreto
Pasukan militer Ukraina. Foto: AFP/Juan Barreto

SinPo.id - Serangan balasan Ukraina terhadap Rusia di wilayah Izyum membuktikan bahwa badan intelijen Moskow gagal untuk mengantisipasi perlawanan balik Kyiv yang begitu cepat.  

Menurut peneliti senior di program studi Pusat Analisis Angkatan Laut Rusia, Michael Kofman, Rusia mengalami kebuntuan setelah perang selama enam bulan terakhir. Pasalnya, negeri yang berjulukan beruang merah itu hanya menguasai sebagian besar timur dan selatan Ukraina, tetapi gagal membuat kemajuan lebih jauh.

“Intelijen militer Rusia benar-benar mengacaukan semuanya. Ini adalah kegagalan yang sangat besar, terlihat sekali bahwa mereka tidak mengetahui sedikitpun soal peningkatan kekuatan Ukraina," ujar Kofman dikutip dari The Defense Post, Sabtu, 17 September 2022.

Sementara itu, sejarawan hubungan internasional dan peneliti di lembaga Sirice yang berbasis di Paris, Pierre Grasser, berpendapat, Rusia telah gagal mengantisipasi perlawanan Ukraina.

"Ukraina telah diuntungkan dengan melakukan taktik tipuan besar, melakukan serangan balik di selatan sebelum meluncurkan yang lebih besar di timur laut," imbuh Pierre Grasser.  

Menurut seorang peneliti di Institut Penelitian Kebijakan Luar Negeri (FPRI) yang berbasis di Philadelphia, Rob Lee, salah satu kelemahan terbesar militer Rusia adalah lambatnya menanggapi perubahan di medan perang.

"Rusia secara khusus telah terkejut oleh kemajuan militer Ukraina karena dukungan Barat, terutama peluncur roket ganda HIMARS yang dikirim oleh AS," tutur Rob.  

Lebih lanjut, Rob menyatakan pengambilan keputusan yang masih sangat terpusat telah membuat operasi militer di medan perang menjadi lebih lambat dari yang diperkirakan.  

"Ini kembali ke masalah yang sangat mendasar tentang kepemimpinan militer Rusia. Dimana pengambilan keputusan militer Rusia masih sangat terpusat," tambahnya.

Di Moskow, pakar militer Rusia, Alexander Khramchikhin, mengungkapkan, respons Rusia juga diperumit oleh taktik Ukraina yang meluncurkan serangan secara simultan.

“Intelijen Rusia tidak mengerti di mana tepatnya serangan balasan yang sebenarnya akan terjadi. Mobilisasi tentara Ukraina menjadi keunggulan tersendiri ditambah lagi bantuan senjata canggih dari negara-negara barat," tutur Alexander Khramchikhin. 
 

 sinpo

Komentar: