Dewan Pers SinPo

Inflasi di Indonesia Semakin Tinggi, Daya Beli Terus Menurun

Laporan: Tri Bowo Santoso
Sabtu, 17 September 2022 | 21:26 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

SinPo.id - Inflasi yang diperkirakan bakal kembali meroket dikhawatirkan semakin menurunkan daya beli masyarakat yang baru pulih pasca pandemi Covid-19.

Menurut Direktur CELIOS Bhima Yudhistira, inflasi berisiko menyebabkan daya beli masyarakat alami penurunan. Hal itu karena inflasi yang terjadi saat ini lebih disebabkan oleh gangguan rantai pasok, bukan karena naiknya permintaan masyarakat.

"Yang dikhawatirkan, setelah inflasi tinggi maka berujung pada stagflasi, yakni output produksi dan kesempatan kerja menurun. Inflasi juga meningkatkan garis kemiskinan sehingga orang yang tadinya masuk kategori kelas menengah, turun menjadi orang miskin baru," tutur Bhima di Jakarta, Sabtu, 17 September 2022.

Selain itu, sambung Bhima, inflasi akan menyebabkan naiknya tingkat suku bunga acuan dan banyak sekali masyarakat maupun pelaku usaha alami kenaikan bunga pinjaman.

"Sebaiknya pemerintah mulai lakukan beberapa relaksasi seperti penurunan tarif PPN dari 11% menjadi 8% agar harga barang dilevel konsumen lebih rendah. Kemudian berikan subsidi bagi transportasi umum," tutur Bhima.

Pengendalian stok pangan pun, kata Bhima, tidak kalah penting.

"Di sini pentingnya pendataan sampai adanya neraca pangan per kabupaten/kota, hingga memangkas rantai pasok yang terlalu panjang," tandas Bhima.

 sinpo

Komentar:
Aplikasi Sinpo
POJOK SINPO
Koran Sin Po edisi 14 Januari 1939 menulis berita “Super Microscoop”. Laporan tekhnologi itu menyebutkan laboratorium Jtlectron-Optisch dari Siemens & Halske di Duitschland telah telah mengumumkan satu temuan tekhnologi yang mampu melihah micro-organisme dan benda micro-inorganisch yang disebut alat super-microscoop.
- Koran Sin Po
BERITATERPOPULER