Dewan Pers SinPo

Luhut: Kalau Kau Bukan Orang Jawa, Mustahil Bisa Jadi Presiden

Laporan: Tri Bowo Santoso
Kamis, 22 September 2022 | 07:27 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan Pengamat Politik Rocky Gerung. Foto: Tangkapan layar
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan Pengamat Politik Rocky Gerung. Foto: Tangkapan layar

SinPo.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menilai, figur di luar Jawa sangat sulit terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia.

"Apa harus jadi presiden aja kau bisa mengabdi? Harus tahu diri juga lah, kalau kau bukan orang Jawa," kata Luhut ketika berbincang dengan pengamat politik Rocky Gerung dalam akun youtube RGTV Channel, Rabu, 21 September 2022.

"Ini bicara antropologi. Kalau Anda bukan orang Jawa, dan pemilihan langsung hari ini. Saya enggak tahu kalau 25 tahun lagi. Udah lupain deh. Enggak usah kita memaksakan diri kita, sakit hati," sambung Luhut.

Rocky pun sependapat dengan pernyataan Luhut bahwa itulah fakta antropologi yang ada di Indonesia. Dia juga menilai keadaan tersebut menjadi salah satu aspek yang membatalkan ambisi orang luar Jawa menjadi presiden.

Luhut menimpali dengan mengatakan dirinya termasuk orang yang nyaris tak mungkin jadi Presiden, karena keadaan tersebut. Luhut pun hanya dapat menerima situasi sehingga memilih menjauh dari keriuhan bursa calon presiden.

"Antropologi kita basisnya adalah ethnicity, dan faktualitas itu yang kadangkala membatalkan ambisi orang menjadi presiden," tutur Rocky Gerung.

"Ya termasuk saya. Saya double minoritas. Sudah Batak, Kristen lagi. Jadi saya bilang sudah cukup itu, kita harus tahu," tutur Luhut.
 

 sinpo

Komentar:
BONGKAR
Aplikasi Sinpo
POJOK SINPO
“Karena perasaan sayangnya kepada sang istri, Ong Ki No rela pergi berkeliling mencari kacang kedelai, bahan baku utama tahu”
Penulis, M.Luthfi Khair A. dan Rusydan Fathy
BERITATERPOPULER
05
06
NasDem Resmi Usung Anies Jadi Capres 2024

GALERI | 2 hari yang lalu