Dewan Pers SinPo

Rusia Wajib Militer, Karyawan Penerbangan dan Bandara Harus Ikut

Laporan: Bayu Primanda
Sabtu, 24 September 2022 | 23:15 WIB
Ilustrasi tentara Rusia/Reuters
Ilustrasi tentara Rusia/Reuters

SinPo.id - Presiden Rusia, Vladimir Putin memerintahkan mobilisasi militer ke Ukraina.

Hal ini membuat Putin mengambil kebijakan untuk menerapkan wajib militer bagi warganya.

Karyawan maskapai penerbangan dan bandara di Rusia dikabarkan bakal ikut wajib militer.

Dilansir Reuters pada Sabtu, 24 September 2022 karyawan dari lima maskapai, termasuk maskapai besar Rusia Aeroflot telah menerima pemberitahuan tersebut.

Tak hanya karyawan maskapai, sejumlah staf di 10 bandara Rusia juga menerima pemberitahuan yang sama sehari setelah Putin mengumumkan rencananya.

Sejauh ini, tiga perusahaan maskapai dan penerbangan kemungkinan 50-80 persen karyawan berpotensi dipanggil mengikuti wajib militer.

Sementara sumber Aeroflot menyebut lebih dari setengah staf di tiga maskapai grup itu berpotensi direkrut. Namun,  Aeroflot belum memberikan komentar resmi atas arahan itu.

Memang kebanyakan pilot di maskapai penerbangan Rusia adalah perwira cadangan yang dilatih di departemen militer sekolah penerbangan. Dengan kata lain, mereka merupakan prajurit yang telah menyelesaikan dinas militer.

Sebanyak lima perusahaan mulai melakukan penyusunan dan dua telah mengirim daftar karyawan yang akan dibebaskan dari wajib militer Rusia.

Pengecualian ini dibutuhkan untuk posisi tertentu, seperti pilot, pengontrol lalu lintas udara, spesialis teknis, komersial dan TI.

Sebelumnya Putin pada hari Rabu, 21 September 2022 memerintahkan mobilisasi pertama Rusia sejak Perang Dunia II.

Dia berencana mencaplok sebagian besar wilayah Ukraina. Kebijakan ini memicu beberapa warga yang masuk kategori wajib militer bergeas meninggalkan negara itu.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu pada hari Rabu mengatakan, sekitar 300 ribu tentara cadangan akan dipanggil. Mereka akan menjadi spesialis dengan pengalaman tempur yang dimiliki.

Sebagai informasi, pria berusia 18-27 tahun di Rusia diwajibkan melakukan dinas militer satu tahun.

Hal ini berlaku juga untuk mahasiswa yang masih menerima instruksi dari fakultas militer, di samping studi mereka.sinpo

Komentar: