Dewan Pers SinPo

HNW: Pernyataan Jokowi Dukung Kemerdekaan Palestina Harus Ditindaklanjuti

Laporan: Sinpo
Selasa, 25 Oktober 2022 | 20:50 WIB
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid/ Parlementaria
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid/ Parlementaria

SinPo.id - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, mengapresiasi konsistensi sikap Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Termasuk sikap pemerintahan Presiden Joko Widodo yang kembali menyatakan langsung di depan PM Palestina untuk terus mendukung perjuangan Palestina meraih kemerdekaannya.

Namun, HNW sapaan akrabnya juga mengingatkan agar sikap tersebut ditindaklanjuti dengan langkah-langkah politik yang lebih konkret. Sehingga kemerdekaan penuh Palestina segera bisa diwujudkan.

“Mestinya sikap Presiden Jokowi lebih maju lagi, jangan hanya berhenti pada pernyataan politik saja, tetapi juga perlu ditindaklanjuti dengan langkah-langkah politik yang lebih konkret dan efektif,” ujarnya melalui siaran pers di Bandung, Selasa 25 Oktober 2022.

Sikap Indonesia yang disampaikan oleh Presiden saat bertemu dengan Perdana Menteri Palestina Mohammad I.M. Shtayyeh juga sejalan dengan sikap rakyat Indonesia. Pasalnya dari zaman awal kemerdekaan Indonesia sudah menyampaikan solidaritas mendukung kemerdekaan Palestina.

“Pertemuan dan pernyataan resmi kemarin, antara Presiden RI dengan PM Palestina, sudah cukup menjanjikan, meski harus diteruskan dengan langkah-langkah yang lebih riil,” ujarnya. 

Salah satu langkah yang bisa ditempuh untuk menunjukkan keseriusan sikap resmi Indonesia dukung Palestina, lanjut HNW, yakni dengan kembali menggalang kekuatan di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Agar dalam sidang DK PBB tidak terjadi veto dari AS dan mendapat dukungan penuh di Sidang Umum PBB, dan juga penggalangan dengan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam mendukung rekonsiliasi faksi-faksi yang ada di Palestina.

“Persatuan dan kesatuan faksi-faksi di Palestina merupakan modal besar untuk membawa rakyat Palestina meraih kemerdekaan dari penjajahan Israel,” tuturnya.  

Apalagi, sambung HNW, Indonesia memiliki sejarah sukses dalam menciptakan rekonsiliasi atau perdamaian baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Beberapa contohnya adalah rekonsiliasi Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), rekonsiliasi di Ambon-Poso, hingga rekonsiliasi faksi-faksi di Afghanistan. 

“Tradisi sebagai pembuat perdamaian antar faksi-faksi yang berseteru ini juga perlu diperankan oleh Indonesia dalam konteks Palestina. Mendukung dan membantu upaya yang telah diinisiasi dan dilakukan oleh Aljazair juga bisa jadi bentuk langkah politik yang konkret dari Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina secara penuh,” pungkasnya.sinpo

Komentar: