Dewan Pers SinPo

Cerita Pak Bowo Hindari Injak Karpet Merah untuk Pemimpin Dunia di KTT G20

Laporan: Bayu Primanda
Jumat, 18 November 2022 | 09:53 WIB
Kaki Prabowo saat menghindari menginjak karpet merah/dok: Tim Media
Kaki Prabowo saat menghindari menginjak karpet merah/dok: Tim Media

SinPo.id -  Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menjadi salah satu menteri yang hadir dan mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima beberapa pemimpin dunia dalam Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 Bali.

Ada cerita menarik soal Prabowo yang sengaja menghindari atau mengambil jarak agar tidak menapak karpet merah yang khusus kepala negara/kepala pemerintahan di G20 Bali.

Cerita ini disampaikan fotografer Prabowo, Bachren Lukskardinul, dalam akun Instagramnya. Ada dua foto Prabowo yang diunggah Bachren.

Foto pertama memperlihatkan Prabowo Subianto mengenakan setelan jas abu-abu berjalan di luar karpet merah yang telah disiapkan. Di foto kedua, Prabowo terlihat berjalan di belakang Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang menapak karpet merah. Prabowo terlihat tersenyum sembari berjalan di lantai tak beralas karpet merah.

"Salah satunya mungkin yang luput dari sorotan mata banyak orang dan media adalah momen di saat Prabowo berjalan tidak di atas karpet merah," kata dia dalam keterangan foto, Jumat, 18 November 2022.

Bachren mengatakan karpet merah memang diperuntukkan bagi para presiden dunia atau kepala pemerintahan. Dulu, katanya, karpet merah biasa disiapkan untuk para raja-raja.

Menurut dia, ada pelajaran yang bisa dipetik dari momen Prabowo menghindari menapak karpet merah. Prabowo, kata dia, bukan presiden dan Prabowo yang sadar akan kapasitasnya memilih mengedepankan sopan santun dalam hal berjalan di acara pemimpin-pemimpin dunia.

"Sekali lagi kita belajar adab dari Prabowo. Beliau bukan presiden. Beliau bukan pemimpin tertinggi negara. Beliau sangat sadar akan kapasitasnya. Sopan santun atau adab, tidak hanya dipertontonkan melalui tutur kata, tetapi juga melalui sikap. Tidak hanya di depan banyak orang, tetapi juga jika tidak diperhatikan banyak orang," kata Bachren.

"Inilah hal-hal yang terkadang kita suka meremehkannya. Tapi tidak untuk Prabowo. Beliau sangat disiplin menjaga adab tersebut.”

Sebagai orang yang kerap mengabadikan momen-momen Prabowo, Bachren pun mendoakan Prabowo kelak dapat menginjak karpet merah tersebut.

"Di dalam hati saya, saya hanya bisa berdoa... kelak, karpet merah itu untukmu Pak Prabowo... Aamiin. Karena sejatinya, pemimpin itu paham akan adab. Paham akan budi pekerti. Paham berbalas budi kebaikan orang. Paham akan kapasitasnya," katanya.sinpo

Komentar:
BONGKAR
Aplikasi Sinpo
POJOK SINPO
Koran Sin Po edisi 14 Januari 1939 menulis berita “Super Microscoop”. Laporan tekhnologi itu menyebutkan laboratorium Jtlectron-Optisch dari Siemens & Halske di Duitschland telah telah mengumumkan satu temuan tekhnologi yang mampu melihah micro-organisme dan benda micro-inorganisch yang disebut alat super-microscoop.
- Koran Sin Po
BERITATERPOPULER
07