Dewan Pers SinPo

Gregoria Mariska Peringkat Kedua di Australia Terbuka 2022, Pelatih: Tetap Bersyukur

Laporan: Sinpo
Senin, 21 November 2022 | 06:11 WIB
Gregoria Mariska Tunjung (PBSI)
Gregoria Mariska Tunjung (PBSI)

SinPo.id -  Pelatih tunggal putri Herli Djaenudin mengatakan pencapaian Gregoria Mariska Tunjung mencapai peringkat kedua di Australia Terbuka 2022 harus disyukuri. Gregoria kalah melawan An Se Young dari Korea Selatan dengan skor 17-21, 9-21 dalam durasi 36 menit di Quay Centre, Sydney Olympic Park, Sydney, Minggu 20 November 2022.

"Gregoria belum pulih benar dari jetlag dari tur Eropa. Kondisinya memang sudah habis. Gerakan kakinya lambat bisa mengejar shuttlecock. Tetap harus tetap bersyukur dengan hasil ini,” tutur Herli, seperti dilansir laman badmintondindonesia.

Dia mengungkapkan performa Gregoria memang sudah habis. Fisiknya habis. Perjuangan sejak babak pertama hingga semifinal memang melelahkan. Bahkan saat di semifinal bertemu Han Yue dari China pun, Gregoria sampai muntah. Menurut Herli, bisa sampai ke final turnamen berhadiah total 180 ribu dolar AS ini pun sudah maksimal. Ditambah lagi, kondisi Gregoria belum 100 persen fit setelah pulang dari mengikuti tiga tur Eropa.

“Hari ini Gregoria memang sudah habis. Rasa capeknya belum pulih. Tidak bisa mengikuti kecepatan lawan. Di gim pertama masih bisa, gim kedua sudah habis. Makanya banyak melakukan kesalahan sendiri,” ujar Herli.

Gregoria mengaku kurang puas dengan penampilan final saya hari ini. Harusnya, dia bisa lebih memberikan perlawanan.

"Namun, harus diakui, An Se Young hari ini memang tampil lebih baik,” tuturnya.

Dituturkan oleh juara Kejuaraan Dunia Junior 2017 ini, bisa tampil di Australia Terbuka dan lolos ke final itu bukan sesuatu yang mudah. Banyak hal yang harus diperbaiki agar ke depan dirinya lebih baik lagi.

“Senang tapi saya tidak mau hanya puas sampai di sini. Ke depan semoga masih banyak match yang bisa saya menangi,” ujar Gregoria.
Menurut Gregoria, pada gim kedua, selain karena kondisi fisiknya menurun, lawan juga bermain lebih bagus. Performa An Se Young juga jauh lebih prima dibanding gim pertama.

“Dua pertandingan sebelumnya, saya akui benar-benar sangat melelahkan dan di final saya tidak bisa keluar dari tekanan. Itu karena pengembalian dan kualitas lawan sangat bagus. Saat ada kesempatan menambil poin, saya malah tidak sabar dan malah mati sendiri,” tambah Gregoria.

Menyangkut peluang tampil ke BWF World Tour Super di Bangkok nanti, Gregoria belum bisa bicara banyak.

“Saat ini untuk BWF World Tour Final, saya memang masih dalam posisi reserve. Itu bukan pertandingan mudah dan menurut saya itu turnamen sangat besar, apalagi ini pertama kali saya bisa tampil di WTF. Sambil menunggu kepastian, saya bisa mempersiapkan diri untuk memperbaiki hal-hal yang kurang,” tambah Gregoria.
sinpo

Komentar:
BONGKAR
Aplikasi Sinpo
POJOK SINPO
Koran Sin Po edisi 14 Januari 1939 menulis berita “Super Microscoop”. Laporan tekhnologi itu menyebutkan laboratorium Jtlectron-Optisch dari Siemens & Halske di Duitschland telah telah mengumumkan satu temuan tekhnologi yang mampu melihah micro-organisme dan benda micro-inorganisch yang disebut alat super-microscoop.
- Koran Sin Po
BERITATERPOPULER
07