Dewan Pers SinPo

Gempa Cianjur, Bocah yang Dua Hari Terjebak di Reruntuhan Berhasil Diselamatkan

Laporan: Galuh Ratnatika
Kamis, 24 November 2022 | 08:16 WIB
Azka, bocah lima tahun yang selamat dari gempa Cianjur/ Reuters
Azka, bocah lima tahun yang selamat dari gempa Cianjur/ Reuters

SinPo.id - Petugas penyelamat berhasil menyelamatkan bocah berusia lima tahun, bernama Azka, yang terjebak dalam reruntuhan dan puing-puing rumahnya selama dua hari setelah gempa bumi mengguncang kabupaten Cianjur dengan magnitudo 5,6.

Azka berhasil dibawa ke tempat aman, meski hujan deras dan bahaya tanah longsor telah mengganggu pekerjaan petugas penyelamat dalam mencari korban selamat dari gempa bumi yang menewaskan 271 orang.

“Azka baik-baik saja sekarang, tidak terluka, dokter bilang dia hanya lemah karena lapar. Dia ingin pulang sekarang. Dia menanyakan ibunya," kata kerabatnya Salman Alfarisi (22), sambil memegang tangan Azka di tenda darurat, dan menambahkan ibunya telah meninggal, dilansir dari The Guardian, Kamis 24 November 2022.

Gempa bumi berkekuatan 5,6 yang terjadi pada hari Senin lalu, telah menyebabkan kerusakan parah di kota Cianjur, dan upaya pemulihan difokuskan di Cugenang, salah satu kabupaten terparah, di mana setidaknya satu desa diyakini telah terkubur tanah longsor.

Sekitar 40 orang dilaporkan hilang, namun menurut Kepala Basarnas Marsdya TNI Henri Alfiandi, peluang seseorang yang terjebak dalam puing-puing untuk bertahan hidup selama tiga hari setelah gempa semakin tipis, karena bahaya gempa susulan yang memicu lebih banyak tanah longsor.

“Karena gempanya cukup kuat dan hujan, kami khawatir akan terjadi tanah longsor. Tapi kami telah melanjutkan proses evakuasi sekarang," katanya.

Para pejabat mengatakan telah terjadi lebih dari 170 gempa susulan termasuk yang berkekuatan 3,9 pada Rabu sore, dan 6000 penyelamat telah dikirim ke lokasi, dengan membawa lebih banyak alat berat untuk membersihkan tanah longsor.

Seperti diketahui, Indonesia merupakan salah satu negara paling rawan gempa di dunia. Sementara standar bangunan yang buruk telah menyebabkan banyak kematian akibat gempa. Oleh karena itu, Presiden Indonesia, Joko Widodo, menyerukan agar rumah tahan gempa dimasukkan dalam upaya rekonstruksi.sinpo

Komentar: