Dewan Pers SinPo

BNPT: Pancasila Substansi Perintah Tuhan Dalam Agama

Laporan: Bayu Primanda
Kamis, 24 November 2022 | 22:17 WIB
Pancasila/Shutterstock
Pancasila/Shutterstock

SinPo.id -  Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid mengatakan Pancasila adalah substansi perintah Tuhan dalam agama karena ideologi negara itu tidak bertentangan dengan kitab suci agama apa pun.

"Pancasila adalah dasar negara kita, meski itu bukan agama dan tidak untuk menggantikan agama; tapi Pancasila adalah substansi perintah Tuhan dalam agama karena Pancasila tidak bertentangan dengan kitab suci agama apa pun," kata Nurwakhid dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis, 24 November 2022.

Nurwakhid mengatakan hal itu saat membuka dan memberikan vaksinasi ideologi kepada peserta Regenerasi Duta Damai Dunia Maya Regional Sulawesi Utara di Manado.

Selain Pancasila, lanjut Nurwakhid, bangsa Indonesia memiliki budaya dan kearifan lokal yang tidak dimiliki negara lain, seperti silaturahmi dan gotong royong. Itu dibuktikan dengan kehidupan masyarakat yang harmonis dalam keberagaman dengan dilandasi rasa toleransi tinggi antarumat beragama.

Menurut dia, harmoni dalam keberagaman harus dipertahankan bahkan diperkuat untuk menciptakan kedamaian dan kerukunan. Kemudian, tambahnya, Indonesia juga memiliki organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan yang moderat.

"Pancasila, budaya dan kearifan lokal, dan ormas moderat inilah yang sedang dan akan terus dirusak oleh kelompok radikalisme dan terorisme," kata Nurwakhid.

Dia juga menjelaskan bahwa terorisme bukan tujuan akhir, tapi alat untuk mencapai tujuan sarana propaganda guna mencapai utamanya yaitu gerakan politik yang ingin mengambilalih kekuasaan, dan mendirikan negara agama menurut versi mereka dengan mendistorsi, memanipulasi, dan mempolitisasi agama.

"Jadi, terorisme itu hilirnya, hulunya radikalisme. Ini virus karena semua teroris pasti dijiwai radikalisme, meski mereka yang terpapar radikalisme tidak mesti jadi terorisme,” kata mantan kepala bagian Ops Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri itu.sinpo

Komentar: