Dewan Pers SinPo

Tempat dimana Tjina tida boleh tinggal.

Laporan: Sinpo
Selasa, 29 November 2022 | 07:35 WIB
Koran Sin Po 29 November 1930 (SinPo.id/Monash University)
Koran Sin Po 29 November 1930 (SinPo.id/Monash University)

SinPo.id -  Diskriminasi etnis sengaja diciptakan penguasa untuk melegitimasi kekuasaan. Koran Sin Po tanggal 29 november 1930 telah menulis laporan diskriminasi terhadap warga Tiong Hoa dalam judul berita “Tempat dimana Tjina tida boleh tingal”. Dalam tulisan itu menyebut pemerintah kolonial Belanda sengaja membatasi hak tinggal warga Tiong Hoa yang dianggap merugiakan.

“Sabetoelnja di Indonesia ada tjonto bagoes dari tempat dimana Tjina ditolak, jalah dimana iaorang tida dikasi tinggal. Hasilnja dari ini larangan bagoes? Itoe tempat djadi salah-satoe ,,kota’’ jang paling tida berarti dan paling sepi di poelo Djawa. Ini tempat ada ”kota,,Depok, jang terletak di tengah -tengah perdjalanan Batavia dan Buitenzorg,” tulis laporan itu.

***

Di waktoe jang blakangan ada, koran Blanda jang anggep Tjina meroegiken orang disini dan taloe bisa ia maoe soepaja di antero Indonesia tida ada Tjina soepaja semoea djadi makmoer, sentausa,djaja dan beroentoeng. Sabetoelnja di Indonesia ada tjonto bagoes dari tempat dimana Tjina ditolak, jalah dimana iaorang tida dikasi tinggal. Hasilnja dari ini larangan bagoes? Itoe tempat djadi salah-satoe ,,kota’’ jang paling tida berarti dan paling sepi di poelo Djawa. Ini tempat ada ”kota,,Depok, jang terletak di tengah -tengah perdjalanan Batavia dan Buitenzorg.

Depok ada terdiri dari tiga tanah, jalah Depok, Mampang dan

Keranganjer dan ini tanah particular doeloe dibeli oleh lid Raad van Indie C. Chastelein (1657-1714) boeat 700 ringgit dan blakangan dikasi persen oleh ia pada iapoenja boedak-boedak bangsa anak negri jang berigama Christen. Ini Chastelein tetapn dalem iapoenja testament dari 13 Maart 1714 dan itoe tanah Depok selama-lamanja moesti ada dalem boedak-boedak dan toeroenannja berameh zonder boleh

,diadjoeal atawa digadeh pada orang loear. Djoega Chastelein tetapken di itoe tanah orang Tionghoa tida

boleh tinggal dan disitoe poen orang ‘tida boleh djoeal madat atawa maentop. Waktoe ia kasi persen itoe tanah boedak-boedaknja, jang terseboet blakangan poenja djoemblah ada kira-kira 200, jalah boedak-

boedak bangsa Bali, Celebes, Timor dan sebaginja. Selaennja itoe tanah marika poen dipersen 300 sampi, doea stel gamelan dan 60 toembak tertaboer perak!sinpo

Komentar:
BERITALAINNYA
Koran Sin Po 4 Februari 1939 (monash University/SinPo.id)
Djalan ka kamerdikahan.
Sabtu, 04 Februari 2023
Koran Sin Po 31 Januai 1925, (Monash University/SinPo.id)
Orang tionghoa jang mengoembara
Selasa, 31 Januari 2023
Koran Sin Po 23 Januari 1932 (Moansh University/SinPo.id)
TERSANGKA
Senin, 23 Januari 2023
Koran Sin Po 30 Januari 1934 (monash University/SinPo.id)
Postspaarbank di Tiongkok.
Jumat, 20 Januari 2023
Koran Sin Po 19 Januari 1929 (SinPo.id/Monash University)
Pakean Sopan
Kamis, 19 Januari 2023
BONGKAR
Aplikasi Sinpo
POJOK SINPO
Koran Sin Po edisi 14 Januari 1939 menulis berita “Super Microscoop”. Laporan tekhnologi itu menyebutkan laboratorium Jtlectron-Optisch dari Siemens & Halske di Duitschland telah telah mengumumkan satu temuan tekhnologi yang mampu melihah micro-organisme dan benda micro-inorganisch yang disebut alat super-microscoop.
- Koran Sin Po
BERITATERPOPULER
07