Dewan Pers SinPo

IPW Desak KPK Periksa Bos Jhonlin Baratama Haji Isam Terkait Kasus Rekayasa Pajak

Laporan: Zikri Maulana
Minggu, 22 Januari 2023 | 18:08 WIB
Kantor KPK/Sinpo.id
Kantor KPK/Sinpo.id

SinPo.id -  Indonesia Police Watch (IPW) meminta KPK mendalami putusan pidana korupsi pada mantan konsultan Pajak PT Jhonlin Baratama, Agus Susetyo dan menyeret aktor intelektualnya.

Pasalnya, secara substansi, terdakwa kasus penyuapan itu mewakili perusahaan milik Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam.

Mantan konsultan PT Jhonlin Baratama tersebut dianggap terbukti memberikan suap sebesar SGD 3,5 juta kepada Direktur Pemeriksaan dan Penagihan (P2) Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2016-2019 Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani mantan Kepala Sub Direktorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan DJP.

"IPW meminta KPK menelusuri kepentingan Agus Susetyo yang melakukan penyuapan pajak dari perusahaan bidang batubara tersebut. Sebab, Agus selaku Konsultan Pajak melakukannya untuk kepentingan perusahaan yang diwakili dan dilindunginya dan bukan untuk kepentingan pribadinya," kata Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso dalam keterangannya, Minggu 22 Januari 2023.

Diketahui, Agus Susetyo divonis dua tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor di PN Jakarta Pusat, Kamis (19 Januari 2023). Agus juga dikenakan denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan.

Menurut Sugeng, sudah saatnya KPK memeriksa pemilik PT Jhonlin Baratama Samsudin Andi Arsyad dalam pengkondisian surat ketetapan pajak (SKP) dan menurunkan nilai pajak kepada tim pemeriksa pajak Ditjen Pajak Kementerian Keuangan.

"Jangan sampai ada tebang pilih dalam penegakan hukum khususnya pada pemberantasan korupsi oleh KPK," katanya.

Sugeng mengatakan, saat sidang dengan terdakwa Angin Prayitno Aji dan stafnya Dadan Ramdani di Pengadilan Tipikor, Senin (4 Oktober 2021) Jaksa yang membacakan BAP Eks Tim Pemeriksa Pajak Yulmanizar menyatakan terdapat permintaan untuk pengkondisian nilai penghitungan pajak PT Jhonlin Baratama sebesar Rp 10 milyar.

"Dalam penyampaiannya atas permintaan pengondisian nilai SKP PT Jhonlin Baratama disampaikan kepada kami, bahwa ini adalah permintaan langsung dari pemilik PT Jhonlin Baratama yakni Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam untuk membantu pengurusan dan pengondisian nilai SKP tersebut. Apa demikian?" tanya Jaksa kepada Yulmanizar pada persidangan tersebut.

Hal itu langsung dibenarkan oleh Yulmanizar bahwa permintaan Haji Isam tersebut disampaikan oleh Agus Susetyo.

"Iya itu disampaikan oleh pak Agus," jawab Yulmanizar.

Dengan fakta persidangan dari Angin Prayitno Aji yang divonis sembilan tahun penjara dan anak buahnya eks kepala Sub Direktorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan DJP Dadan Ramdani yang divonis 6 tahun penjara serta eks Konsultan Pajak PT Jhonlin Baratama Agus Susetyo yang divonis 2 tahun penjara, maka sudah saatnya KPK menegakkan hukum secara adil dan sesuai dengan rasa keadilan masyarakat.

"Dengan menetapkan tersangka baru pada direksi PT jhonlin baratama dan atau pemegang saham atau pemiliknya dengan sangkaan menyuruh melakukan suap," katanya.

"Fakta hukum sudah cukup. Akankah Firli Bahuri dan pimpinan  KPK berani menegakkan hukum terhadap Samsudin Andi arsyad alias H. Isam? IPW ingin melihat pembuktian bahwa KPK adalah insitusi penegak hukum yg tidak tebang pilih," lanjutnya. sinpo

Komentar:
BONGKAR
Aplikasi Sinpo
SINPO TV
DPR RI Terima Kunjungan Duta Besar Uzbekistan

42 menit yang lalu

POJOK SINPO
Koran Sin Po edisi 14 Januari 1939 menulis berita “Super Microscoop”. Laporan tekhnologi itu menyebutkan laboratorium Jtlectron-Optisch dari Siemens & Halske di Duitschland telah telah mengumumkan satu temuan tekhnologi yang mampu melihah micro-organisme dan benda micro-inorganisch yang disebut alat super-microscoop.
- Koran Sin Po
BERITATERPOPULER