Dewan Pers SinPo

Indonesia Kekurangan Dokter Spesialis

Laporan: Galuh Ratnatika
Selasa, 24 Januari 2023 | 15:25 WIB
Komisi IX DPR gelar raker dengan Menkes Budi Gunadi Sadikin bahas Strategi Percepatan Pelaksanaan Transformasi Kesehatan 2023 (Ashar/SinPo.id)
Komisi IX DPR gelar raker dengan Menkes Budi Gunadi Sadikin bahas Strategi Percepatan Pelaksanaan Transformasi Kesehatan 2023 (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id -  Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan jumlah dokter spesialis yang ada Indonesia, sangat rendah dibandingkan dengan luar negeri. Pernyataan Menkes itu mengacu WHO dan World Bank.

"Saya sudah cek ke negara-negara lain, saya sudah cek ke organisasi profesi di negara lain, kami sudah cek ke WHO dan World Bank, jumlah dokter dan jumlah dokter spesialis kita sangat kurang," kata Budi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 24 Januari 2023.

Budi mengatakan banyak rumah sakit yang tak punya dokter spesialis, termasuk Puskesmas yang tidak memiliki dokter gigi. Kondisi itu memaksa dokter yang harus praktik hingga di tiga tempat. Dampak krisis dokter spesialis itu membuat sebagian besar masyarakat mampu memilih berobat di luar negeri.

"Di luar negeri itu umumnya mereka praktik di satu tempat, itu menunjukkan dokter dan dokter spesialis kita kurang," kata Budi menambahkan.

Kurangnya dokter itu membuat Kemenkes diskusi dengan organisasi profesi dan perguruan tinggi untuk membandingkan pernyataan beberapa pihak yang mengatakan dokter spesialis di Indonesia sudah cukup.

“Namun kenyataannya sangat kurang,” katanya.

 sinpo

Komentar:
BONGKAR
Aplikasi Sinpo
POJOK SINPO
Koran Sin Po edisi 14 Januari 1939 menulis berita “Super Microscoop”. Laporan tekhnologi itu menyebutkan laboratorium Jtlectron-Optisch dari Siemens & Halske di Duitschland telah telah mengumumkan satu temuan tekhnologi yang mampu melihah micro-organisme dan benda micro-inorganisch yang disebut alat super-microscoop.
- Koran Sin Po
BERITATERPOPULER
08