BULAN RAMADAN 1444 H

Larang Acara Bukber, Menteri PAN-RB: Banyak Cara untuk Silaturahmi

Laporan: Sinpo
Jumat, 24 Maret 2023 | 06:11 WIB
Ilustrasi muslim saat akan berbuka puasa (pixabay)
Ilustrasi muslim saat akan berbuka puasa (pixabay)

SinPo.id -  Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Abdullah Azwar Anas meminta pejabat/menteri dan pegawai pemerintah mematuhi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait dengan larangan buka puasa bersama selama Ramadan 1444 Hijriah. Menurut Anas, buka bersama memang dapat memperkuat silaturahim, namun memperkuat silaturahim di lingkungan kantor pemerintah tidak harus dilakukan dengan buka bersama.

"Ada banyak cara lain, seperti tetap saling komunikasi di grup-grup WhatsApp, bahkan koordinasi pekerjaan bahkan antar kementerian/lembaga/pemda juga bagian dari upaya memperkuat silaturahim," ujarnya dalam keterangan yang diterima pada Kamis 23 Maret 2023. 

Menurut dia, arahan Presiden Jokowi yang dimuat dalam surat dengan kop surat Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Nomor R 38/Seskab/DKK/03/2023 tertanggal 21 Maret 2023 itu ditujukan demi kebaikan bersama karena momen Ramadhan kali ini berada pada masa transisi dari pandemi COVID-19 menuju endemi. Akan tetapi, untuk masyarakat umum tidak ada larangan berbuka puasa bersama.

"Sebenarnya, ini juga telah dilakukan pada Ramadan tahun lalu. Intinya, kita harus tetap berhati-hati karena ini transisi dari pandemi COVID-19 menuju endemi," kata dia.

Ada tiga poin arahan dari Presiden Jokowi dalam surat tersebut, yaitu:

1 Penanganan COVID-19 saat ini dalam transisi pandemi menuju endemi, sehingga masih diperlukan kehati-hatian.

2. Sehubungan dengan hal tersebut, pelaksanaan kegiatan Buka Puasa Bersama pada bulan suci Ramadhan 1444H agar ditiadakan.

3. Menteri Dalam Negeri agar menindaklanjuti arahan tersebut di atas kepada para gubernur, bupati, dan wali kota.

"Tentu bila tetap ada PNS yang buka bersama di lingkungan pemerintahan, nanti bisa dilihat sejauh mana pelanggarannya. Sudah diatur, apakah masuk kategori ringan, sedang, atau berat dan jenis hukumannya juga sudah ada, mulai lisan, tertulis, hingga sebagainya. Tentu nanti, inspektorat di masing-masing instansi akan mengkaji," ujar Anas.

Dia menambahkan pada bulan Ramadhan ini, semua ASN harus tetap fokus berkinerja meningkatkan pelayanan publik. Jadi, dia menegaskan jangan sampai ada kesan di publik, ada ASN yang sibuk jadi panitia buka bersama.

Anas menyarankan apabila ada dana gotong royong yang digalang ASN untuk buka bersama di lingkungan instansi pemerintah, itu bisa disalurkan ke panti asuhan dengan perwakilan ASN yang datang."

Saya kira itu juga bagus untuk memupuk kebersamaan sekaligus solidaritas sosial," tambahnya.sinpo

Komentar: