Polisi Telah Periksa 14 Orang Saksi Terkait Tewasnya Ajudan Kapolda Kaltara

Laporan: Sigit Nuryadin
Selasa, 26 September 2023 | 14:15 WIB
Ayah Brigadir Setyo Herlambang yang merupakan Pengawal Pribadi (Walpri) atau ajudan Kapolda Kaltara Irjen Daniel Adityajaya menunjukkan foto putranya pada Sabtu, 23 September 2023. (SinPo.id/Istimewa)
Ayah Brigadir Setyo Herlambang yang merupakan Pengawal Pribadi (Walpri) atau ajudan Kapolda Kaltara Irjen Daniel Adityajaya menunjukkan foto putranya pada Sabtu, 23 September 2023. (SinPo.id/Istimewa)

SinPo.id - Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) menyatakan telah memeriksa 14 orang saksi terkait tewasnya Brigadir Setyo Herlambang (SH). Brigadir SH diketahui merupakan ajudan atau pengawal pribadi Kapolda Kaltara Irjen Daniel Aditya Jaya. 

"Ada 14 saksi yang sudah diperiksa. Saksi yang diperiksa yakni yang berada di sekitar TKP, 13 anggota Polri dan 1 pegawai," ujar Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Budi Rachmad saat dihubungi, Selasa, 26 September 2023.

Menurut Budi, pihaknya juga telah melakukan gelar perkara ihwal tewasnya Brigadir SH pada Senin, 25 September 2023. Dia menyebut, penyidik melihat dua rekaman CCTV yang ada di rumah dinas Kapolda Kaltara dan dicocokkan dengan keterangan saksi TKP

Budi berujar, Brigadir SH sempat terekam CCTV yang ada di bagian depan saat sedang masuk ke dalam kamar ajudan atau pengawal pribadi. 

"Sedangkan rekaman CCTV kedua yang terletak di bagian samping merekam pecahnya kaca jendela yang diduga bertepatan dengan meletusnya senjata milik Brigadir SH," tuturnya. 

Sebelumnya,  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bakal mengusut tuntas terkait kasus tewasnya Brigadir Setyo Herlambang (SH) , ajudan atau pengawal pribadi Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Daniel Aditya Jaya.

"Saya perintahkan kepada Pak Kapolda, terkait peristiwa yang terjadi, agar betul-betul diusut secara cermat secara tuntas," ujar Sigit kepada wartawan, Minggu, 24 September 2023.

Sigit pun meminta jajarannya untuk mengusut peristiwa ini dengan mengedepankan investigasi kejahatan ilmiah (scientific crime investigation).

"Manfaatkan scientific crime investigation yang kita miliki, sehingga kemudian hasil-hasilnya betul-betul bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah," tuturnya.sinpo

Komentar: