Anak Panda Raksasa Bernama Fuhin Rayakan Ulang Tahun Pertama Di Jepang...

  • Laporan:

SinPo.id - Kota sumber air panas Shirahama di Prefektur Wakayama, Jepang barat daya, terkenal tidak hanya karena pantainya yang putih, tetapi juga karena keberadaan satwa khusus yang tinggal di taman rekreasi lokal Adventure World -- yaitu panda raksasa dari Tiongkok.

Keluarga panda raksasa tersebut memainkan peran unik dalam memperkuat pertukaran orang-ke-orang (people-to-people) antara Tiongkok dan Jepang serta dalam perlindungan maupun penelitian terhadap hewan langka.

The Adventure World, pada Senin (22/11), menggelar sebuah pesta ulang tahun untuk Fuhin, yang merupakan anggota Panda termuda dari keluarga panda raksasa itu.

Para staf pekerja menyiapkan berbagai dekorasi dan membagikan beragam hadiah ulang tahun untuk Fuhin – seperti balok dengan ucapan "Selamat Ulang Tahun" yang terbuat dari kayu lokal, dan beberapa es batu berbentuk daun maple dan angka "1".

Menurut pihak taman rekreasi tersebut, nama "Fuhin" menyampaikan harapan bahwa bayi panda itu akan tumbuh seindah pohon maple di musim gugur dan bahagia di tengah cinta serta perhatian dari orang-orang.

Pada pukul 09.00 pagi waktu setempat pada Senin itu, panda betina yang berusia satu tahun tersebut dibawa ke taman bermain. Ia berjalan di sekitar beragam hadiah, mengendus dan menyentuh balok-balok itu. Ia dipenuhi rasa penasaran hingga akhirnya mendorong jatuh balok-balok itu.

Taman itu menyiarkan pesta ulang tahun Fuhin secara daring, yang menarik banyak penggemar panda untuk menonton. Taman tersebut juga membagikan 2.000 folder dengan foto dan pamflet Fuhin kepada para pengunjung untuk berbagi kegembiraan atas pertumbuhan makhluk kecil itu.

Panda raksasa Tiongkok sangat dicintai oleh orang-orang di seluruh dunia. Ketika Fuhin lahir pada tahun lalu di tengah pandemi COVID-19, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengirim pesan khusus yang berharap dia akan membawa kebahagiaan bagi rakyat Jepang dan menjadi saksi persahabatan Tiongkok-Jepang.

Konsul Jenderal Tiongkok di Osaka Xue Jian, datang ke pesta ulang tahun pertama Fuhin dan menyerahkan sebuah kartu kepada taman rekreasi tersebut berukiran tulisan "Duta Niat Baik" yang ditulis oleh Duta Besar Tiongkok untuk Jepang Kong Xuanyou, seraya mengatakan bahwa panda raksasa juga seorang diplomat dan duta besar bagi pertukaran orang-ke-orang.

Pada 1972, pasangan panda raksasa Kang Kang dan Lan Lan datang ke Jepang yang kemudian memikat keramaian di negara tersebut. Hampir 50 tahun kemudian, ketertarikan publik Jepang terhadap panda raksasa masih berlanjut. Pada Senin yang sama, guyuran hujan tidak mempengaruhi antusiasme masyarakat. Begitu taman rekreasi itu dibuka di pagi hari, sebuah antrean panjang langsung terbentuk di depan paviliun panda raksasa. Di seluruh kota, gambar panda raksasa dapat dilihat di berbagai tempat.

Semua 17 ekor anak panda yang lahir pada waktu yang berbeda di taman Adventure World memiliki unsur "hin" pada namanya. Mereka mewakili populasi panda raksasa penangkaran terbesar di luar negeri. Sebelas ekor panda yang lahir di taman ini telah dikirim kembali ke Tiongkok seperti yang disepakati dalam kontrak. Taman tersebut juga mengatakan pencapaian itu terjadi berkat 27 tahun kerja sama penelitian internasional dengan Pangkalan Penelitian Chengdu untuk Pembiakan Panda Raksasa (Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding) Tiongkok.

Ketika Fuhin lahir pada 2020, para peneliti di basis penelitian Chengdu tidak dapat melakukan perjalanan ke Jepang karena pandemi COVID-19. Situasi tersebut membuat Fuhin menjadi anak panda raksasa pertama yang diserahkan secara mandiri oleh staf taman rekreasi itu di Jepang.

Fuhin telah tumbuh dari berat 157 gram saat lahir menjadi 28 kilogram, dan para penggemar panda lokal juga senang melihat anak panda yang berbulu itu meringkuk di pelukan induknya saat pesta ulang tahun.

Menurut Koji Imazu, direktur taman rekreasi tersebut, untuk kelahiran Fuhin pada tahun lalu mereka membuat persiapan yang cermat melalui Internet, termasuk mendapatkan instruksi dari para peneliti Chengdu dan bertukar informasi daring secara waktu nyata (real time) untuk mendapatkan saran.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar