Dewan Pers SinPo

Korut Luncurkan Rudal Balistik 4 Kali Sepekan Terakhir

Laporan: Bayu Primanda
Sabtu, 01 Oktober 2022 | 18:24 WIB
Kendaraan pembawa rudal balistik/pixabay
Kendaraan pembawa rudal balistik/pixabay

SinPo.id -  Korea Utara kembali menembakkan rudal ke arah pantai timur pada Sabtu, 1 Oktober 2022 di tengah ketegangan hubungan antara Korut dengan Korea Selatan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, yang menandai situasi di semenanjung Korea kembali memanas.

Peluncuran itu terjadi setelah angkatan laut Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang menggelar latihan anti kapal selam trilateral untuk pertama kalinya dalam lima tahun pada Jumat, 30 September 2022 dan setelah Wakil Presiden AS, Harris Kamala mengunjungi Korsel pekan ini.

Tim patroli Jepang juga melaporkan sedikitnya dua uji tembak yang diduga rudal balistik oleh Pyongyang.

Kantor berita Jepang, NHK mengutip sumber pemerintah, mengatakan bahwa rudal kedua mendarat di luar zona ekonomi ekslusif Jepang.

Korut menembakkan rudal sebelum dan setelah kunjungan Harris ke Korsel, sehingga menambah rekor laju uji coba senjata tahun ini, lantaran meningkatkan ancaman kekuatan nuklir yang mampu menyerang AS beserta sekutunya.

Pyongyang juga melakukan uji tembak rudal balistik antarbenua pertama mereka untuk pertama kalinya sejak 2017.

Para analis menilai peningkatan laju uji tembak sebagai upaya untuk membangun senjata operasional sekaligus mengambil keuntungan dari dunia yang teralihkan oleh konflik Ukraina dan krisis lainnya untuk melegalkan uji tembak mereka.

"Kendati Korea Utara menghadapi kelemahan internal dan isolasi internasional, pihaknya dengan cepat memperbarui senjata dan mengambil keuntungan dari dunia yang terpecah akibat persaingan AS-China dan pencaplokan wilayah Ukraina oleh Rusia," kata profesor Leif-Eric Easley dari Universitas Ewha di Seoul.

Rezim Kim juga bertindak kasar dengan pemerintahan Yoon selagi politik Korsel tertatih-tatih oleh konflik.

Uji coba nuklir dan peluncuran rudal balistik oleh Korut sudah lama dilarang oleh Dewan Keamanan.

Bahkan Militer Pyongyang tidak menjelaskan tentang jarak tempuh, ketinggian dan kecepatan rudal tersebut.

Negara yang terisolasi itu telah merampungkan persiapan uji coba nuklir, sebuah celah yang dapat dimanfaatkan antara kongres partai China pada Oktober dan pemilu paruh waktu AS pada November mendatang.sinpo

Komentar: