Dewan Pers SinPo

Dinkes DKI Prediksi Puncak Covid-19 Terjadi di Awal Desember

Laporan: Zikri Maulana
Rabu, 23 November 2022 | 14:15 WIB
Ilustrasi/pixabay
Ilustrasi/pixabay

SinPo.id -  Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti menyampaikan pihaknya telah memprediksi puncak kenaikan kasus Covid-19 bakal terjadi pada akhir November atau awal Desember 2022 ini. 

"Untuk prediksi akan terjadi puncak kasus pada akhir November atau awal Desember," kata Widyastuti kepada wartawan di Monas, Jakarta Pusat, Rabu 23 November 2022. 

Widyastuti juga mengatakan, puncak kenaikan kasus ini diprediksi tidak hanya untuk wilayah DKI Jakarta, melainkan bagi wilayah yang ada Indonesia. 

"Ini kami membaca melakukan analisa dari berbagai masukan-masukan dari pakar, hampir sama antara Indonesia dengan di Jakarta," katanya. 

Ia berharap dengan sosialisasi yang gencar dilakukan dalam menjaga protokol kesehatan (Prokes), kenaikan angka kasus tersebut dapat dihindari. 

"Tentu kita berharap itu tidak terjadi. Tentu dengan berbagai upaya. Tentu peran media sangat strategis dan penting untuk mengedukasi warga untuk menjaga prokes dan pastikan kita terlindungi dengan vaksinasi," ucapnya. 

Lebih lanjut, ia menyampaikan, untuk persiapan pengetatan menjelang natal dan tahun baru (Nataru), pihaknya akan melakukan musyawarah terlebih dahulu dengan jajaram Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). 

"Tentu itu nanti atas komando forkopimda sesuai dengan tahun-tahun sebelumnya, bahwa bagaimana pengaturan menjelang natal dan tahun baru atas kesepakatan dan musyawarah berdasarkan analisa data dan melalui musyawarah," tuturnya. 

Selain itu, ia juga menyampaikan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupation rate (BOR) di Jakarta saat ini tercatat sekitar 20-25 persen. Untuk ia terus mengimbau masyrakat untuk senantiasa menjaga prokes, terlebih menjelang nataru ini. 

"Kami tetap mengimbau protokol kesehatan tetap dijaga. Pakai masker terutama di tempat tertutup dan pastikan kita sudah terlindungi dengan vaksinasi," katanya. 

"Untuk nataru, kami telah melihat, membandingkan, menganalisa tren dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan bagaimana risiko penyebabnya," tambahnya. 
sinpo

Komentar: