AS Bakal Cabut Visa Warga Israel yang Rusak Perdamaian di Tepi Barat

Laporan: Galuh Ratnatika
Rabu, 06 Desember 2023 | 09:49 WIB
Antony Blinken (Sinpo.id/Bloomberg)
Antony Blinken (Sinpo.id/Bloomberg)

SinPo.id - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS), Antony Blinken, mengumumkan pemberlakuan larangan visa bagi setiap warga Israel yang terlibat dalam merusak perdamaian, keamanan atau stabilitas di Tepi Barat selama memanasnya konflik di Gaza.

Kebijakan pembatasan visa tersebut bagi mereka yang melakukan tindakan kekerasan atau membatasi akses warga sipil terhadap layanan dan kebutuhan penting. Bahkan aturan tersebut juga berlaku untuk anggota keluarga mereka.

Pasalnya, Presiden AS Joe Biden dan pejabat senior AS lainnya telah berulang kali memperingatkan Israel untuk menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Namun hal itu tidak juga dilakukan.

“Kami telah menggarisbawahi kepada pemerintah Israel perlunya berbuat lebih banyak untuk meminta pertanggungjawaban para pemukim ekstremis yang telah melakukan serangan kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat,” kata Blinken, dilansir dari CNA, Rabu 6 Desember 2023.

Bahkan selama pertemuan di Israel pekan lalu, Blinken juga telah mengatakan kepada para pejabat bahwa Washington siap mengambil tindakan menggunakan otoritasnya.

Selain itu, Blinken mengatakan Washington akan terus berkomunikasi dengan pemerintah Israel untuk menekankan bahwa Israel harus mengambil tindakan untuk melindungi warga sipil Palestina dari serangan ekstremis

Sementara itu, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller, menegaskan pihaknya akan mencabut semua visa AS yang dimiliki oleh warga Israel yang terlibat dalam kekerasan di Tepi Barat.

Seperti yang diketahui, sejak perang Timur Tengah tahun 1967, Israel telah menduduki Tepi Barat, dan membangun pemukiman Yahudi yang dianggap ilegal oleh sebagian besar negara. Serangan Israel terhadap pemukim Palestina kian meningkat sejak memanasnya konflik di Gaza.

 

 sinpo

Komentar: