‘Joker’ Ngamuk Di Kereta Tokyo, Polisi Ungkap Identitas-Motif Terduga Pelaku

  • Laporan:

SinPo.id - Polisi berhasil mengamankan seorang pria diduga ‘Joker’ yang menyerang belasan penumpang Kereta Tokyo, Minggu (31/10) malam.  Pria tersebut menurut polisi setempat bernama Kyota Hattori berusia 24 tahun.

Mengutip laman mainichi, Senin (1/11), polisi setempat mengatakan jika Hattori mengaku ingin dihukum mati dengan membunuh beberapa orang.

"Dia [Hattori] bilang ke polisi bahwa dia ingin dihukum mati dengan membunuh satu atau dua orang," kata penyelidik kepolisian setempat.

Menurut polisi, Hattori sepertinya ingin menduplikasi sebuah insiden di kereta komuter Odakyu Electric Railway di Tokyo, di mana seorang pria menikam dan memutilasi 10 penumpang di tengah peningkatan keamanan saat gelaran Olimpiade Tokyo.

Pelaku mengatakan kepada polisi bahwa dia mengagumi Joker, menurut laporan Kyodo News, dan harian Sankei Shimbun. Dia mengatakan, dirinya "gagal dalam pekerjaan dan pertemanan lalu ingin mati tetapi tidak bisa mati sendiri", tulis Sankei.

Diketahui, insiden penusukan ‘Joker’ melukai belasan orang. Bahkan salah satu korban adalah seorang pria lanjut berusia 70 tahun. Korban dalam kondisi kritis. Sementara 16 orang lainnya mengalami luka ringan.

Insiden yang menyebabkan kepanikan di antara para penumpang ini  terjadi di salah satu stasiun kereta yang cukup padat penumpang di pusat Tokyo. Kereta itu melaju dari Hachioji menuju Shinjuku.

Sumber investigasi dan saksi mata mengatakan tersangka mengacungkan sesuatu yang tampak seperti pisau dapur dan memegang botol plastik di tangannya yang lain saat dia berjalan melewati kereta.

Setelah naik kereta di gerbong kedelapan dari depan dan menikam pria berusia 70-an itu, Hattori pindah ke gerbong keenam di mana dia menyebarkan cairan dan membakar kursi. Seketika kereta kemudian dipenuhi asap.

Seorang penumpang laki-laki, yang berjarak sekitar satu meter dari Hattori, mengatakan pisau itu tampaknya bernoda darah palsu. "Kupikir itu lelucon Halloween," katanya.

Kereta ekspres itu baru bisa berhenti di Stasiun Kokuryo di Chofu, Tokyo barat, dan api dapat dipadamkan sekitar 30 menit kemudian setelah lebih dari 40 kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan.

"Saya mendengar ledakan keras dan melihat api dan asap di belakang. Semua orang panik," kata seorang penumpang pria.

Beberapa foto dan video dari insiden tersebut itu juga diposting di media sosial oleh para saksi mata. Orang-orang terlihat memanjat keluar dari jendela kereta ke peron setelah pintu gagal terbuka ketika kereta berhenti. Jeritan bisa terdengar dan seseorang berkata, "Lari."

Kemudian, petugas polisi terlihat memasuki gerbong kereta tempat tersangka duduk. Pria itu dilaporkan tidak melawan sama sekali.



Berita Terkait

Tinggalkan Komentar