Dilaporkan Joman Soal Kasus Gibran-Kaesang, Ubedilah: Entah Dia Ini Korban Apa?

  • Laporan:

SinPo.id - Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun menilai laporan Ketua Umum Relawan Jokowi Mania Immanuel Ebenezer terhadap dirinya kepada Polda Metro Jaya dengan dugaan fitnah tidak tepat.

Karena menurutnya, hal yang dilaporkan oleh Noel (sapaan Immanuel) adalah delik aduan. Sehingga tidak tepat bila Noel yang melaporkan.

"Hal yang dilaporkan Noel itu delik aduan, mestinya yang melaporkan itu korban. Entah Noel ini korban apa ya?" ujar Ubedilah dalam keterangannya, Sabtu (15/1).

Ubedilah mengungkapkan dirinya tidak pernah berinteraksi dengan Noel. Sehingga, Dia pun heran apa yang membuat Noel merasa menjadi korban dari laporannya tersebut.

"Saya tidak pernah berinteraksi dengan Noel sama sekali, kok bisa jadi korban?" tegasnya.

Ubedilah mengatakan, Dia melaporkan dua anak Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, ke KPK soal dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang.

"Tidak ada hubunganya dengan Noel," jelasnya.

Dia menjelaskan melaporkan dugaan korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang ke KPK itu dengan itikad baik untuk kepentingan nasional. Dia menambahkan menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN merupakan amanat konstitusi.

"Saya menjalankan itu sesuai spirit reformasi 1998. Kebetulan saya adalah aktivis 1998 terpanggil untuk bertanggungjawab secara moral memilih langkah hukum ini," jelasnya.

Ubedilah menegaskan langkahnya ini dilindungi oleh Undang-undang (UU) no 31 tahun 2014 tentang perlindungan saksi dan korban. Sehingga, dirinya sebagai pelapor tidak dapat dituntut secara hukum baik pidana maupun perdata.

"Saya akan terus melangkah melalui cara yang baik ini demi masa depan pemerintahan yang lebih baik," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Relawan Jokowi Mania Immanuel mengatakan langkah Ubedilah Badrun melaporkan Gibran dan Kaesang KPK didasarkan atas laporan palsu alias hoaks.

"Karena basis laporannya berbasis kepalsuan atau hoaks. Jadi, ini tidak mendidik, apalagi beliau itu kan seorang dosen, intelektual, aktivis, seharusnya lebih bisa memberikan pendidikan politik kepada masyarakat," ujar Immanuel.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar