Dewan Pers SinPo

Merapat ke Valencia, Berikut 5 Hal Tentang Cavani yang Jarang Diketahui

Oleh: Ardi
Rabu, 31 Agustus 2022 | 14:30 WIB
Edinson Cavani
Edinson Cavani

SinPo.id -  Kegembiraan terasa di antara publik Mestalla menjelang penutupan bursa transfer musim panas, setelah Valencia CF berhasil mendatangkan Edinson Cavani. 

Penyerang asal Uruguay tersebut menjadi salah satu penyerang tertajam di dunia, namun dirinya belum pernah bermain di LaLiga Santander. Musim ini, penggemar sepak bola Spanyol dapat menikmati performanya di lapangan. 

Kedatangannya juga disambut baik oleh pelatih Gennaro Gattuso. “Cavani bukanlah pemain sembarangan. Ia mencetak banyak gol selama karirnya dan telah bermain di tim-tim besar. Saya paham mengapa orang-orang sangat menantikan dirinya, karena ia adalah seorang juara. Saya juga sangat menantikan bekerja dengan dirinya, terutama karena gaya permainannya, mentalitasnya, dan pengalamannya," kata dia.

Cavani telah lama bermain di sepak bola Eropa bersama tim-tim besar, namun masih ada beberapa fakta menarik yang mungkin belum diketahui oleh penggemar sepak bola.

Berikut 5 Hal Unik yang Jarang Diketahui Tentang Cavani 

Teman Sekampung Luis Suárez

Cavani lahir di kota kecil Uruguay, Salto, pada 14 Februari 1987, hanya 21 hari setelah Luis Suárez lahir di kota yang sama. Dua penyerang tertajam di abad ke-21 lahir di tempat yang sama hanya dengan selisih tiga minggu adalah hal yang luar biasa. Di LaLiga, Cavani ingin meniru kesuksesan rekan setimnya di timnas Uruguay.

Dijuluki El Matador

Di dunia sepak bola, Cavani dijuluki sebagai El Matador, yang dalam bahasa Spanyol berarti seorang matador. Julukan tersebut diberikan kepada dirinya oleh penggemar sepak bola Italia ketika ia membela Napoli. 

Pernah Miliki Rambut Pendek 

Meskipun Cavani dikenal dengan rambutnya yang panjang, ia pernah memiliki rambut pendek hingga usia 15 tahun karena ibunya rutin memotong rambutnya. Lalu, ketika ia pindah ke Montevideo untuk bergabung dengan akademi Danubio, Cavani memiliki kebebasan untuk mengatur gaya rambutnya sendiri.

Cetak 200 Gol untuk PSG

Setelah merasakan sepak bola Eropa bersama Palermo dan Napoli, Cavani lalu bermain untuk PSG di tahun 2013 hingga 2020. Bersama PSG, ia mencetak tepat 200 gol, yang membuat dirinya menjadi pencetak gol terbanyak dalam sejarah klub.  Mengingat banyak penyerang berbakat bermain untuk PSG selama bertahun-tahun, ini adalah pencapaian yang luar biasa.

Cinta Pedesaan

Ketika ada jeda di musim sepak bola, Cavani senang menghabiskan waktu di Uruguay, terutama di bagian paling terpencil di negara itu. Sebelumnya, Cavani pernah menjelaskan bahwa dia akan memiliki pekerjaan yang berkaitan dengan alam jika dia tidak menjadi pesepak bola. Karena dia mencintai binatang dan satwa liar, dia mengatakan dia bahkan mungkin akan menjadi dokter hewan.

 

Scored 200 goals for PSGsinpo

Komentar:
Aplikasi Sinpo
POJOK SINPO
Koran Sin Po edisi 14 Januari 1939 menulis berita “Super Microscoop”. Laporan tekhnologi itu menyebutkan laboratorium Jtlectron-Optisch dari Siemens & Halske di Duitschland telah telah mengumumkan satu temuan tekhnologi yang mampu melihah micro-organisme dan benda micro-inorganisch yang disebut alat super-microscoop.
- Koran Sin Po
BERITATERPOPULER