Dewan Pers SinPo

DPR Sebut Tumpang Tindih Aturan Membuat Tempat Pariwisata Sulit Berkembang

Laporan: Sinpo
Selasa, 29 November 2022 | 23:29 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf/ Parlementaria
Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf/ Parlementaria

SinPo.id - Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf menyoroti permasalahan regulasi dalam bidang Kepariwisataan. Salah satunya yakni masih adanya tumpang tindih regulasi baik di tingkat pusat maupun daerah.

Seperti misalnya yang terjadi di Kabupaten Bandung, yang hampir 90 persen lahan pariwisata milik Perhutani dan PT. Perkebunan Nusantara (PTPN). Sehingga menyebabkan Pemerintah Daerah tidak memiliki kewenangan, sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diterima sangat kecil dan tidak signifikan.

Dede mengusulkan harus ada Memorandum of Understanding (MoU) bersama antar stakeholder terkait, mulai dari Kementerian Pariwisata, Kementerian BUMN, Kementerian KLHK dan pihak-pihak yang memiliki kaitan pada sektor pariwisata.

"Nanti aturannya bisa dalam bentuk Peraturan Pemerintah atau Surat Keputusan Bersama yang disepakati lintas kementerian. Tapi yang jadi permasalahan, apakah dari kementerian-kementerian tersebut mau tidak membahas ini,” ujar Dede seperti dikutip dari Parlementaria, Selasa 29 November 2022.

Politisi Partai Demokrat ini menyatakan, terkadang pengelolaan lahan yang dimanfaatkan untuk pariwisata tidak sinkron dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemda.

Para pihak swasta, justru akan lebih mudah jika bekerjasama langsung dengan pemerintah pusat dibandingkan melalui Pemda itu sendiri. Sehingga PAD yang didapat oleh Pemda sangat kecil sekali, padahal sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini penyumbang devisa kedua setelah Migas.

Oleh karena itu, Komisi X DPR akan mendorong sebuah aturan yang saling menguntungkan dari  sisi pemerintah pusat dan dari sisi pemerintah daerah. Karena kalau pemerintah daerah tidak membangun aksesibilitas maka yang terjadi pasti destinasi tidak akan berkembang.

"Kita sangat berharap kerjasama lintas sektor ini menjadi hal yang penting, tujuannya kalau sebuah destinasi pariwisatanya berkembang, maka pemerintah juga pasti akan mendorong dengan mempromosikan, membuat papan penunjuk jalan dan sebagainya,” ucapnya.sinpo

Komentar:
BONGKAR
Aplikasi Sinpo
POJOK SINPO
Koran Sin Po edisi 14 Januari 1939 menulis berita “Super Microscoop”. Laporan tekhnologi itu menyebutkan laboratorium Jtlectron-Optisch dari Siemens & Halske di Duitschland telah telah mengumumkan satu temuan tekhnologi yang mampu melihah micro-organisme dan benda micro-inorganisch yang disebut alat super-microscoop.
- Koran Sin Po
BERITATERPOPULER
07