Dewan Pers SinPo

Kapal Perang Amerika Serikat dan Kanada Masuk Selat Taiwan, Apa Respon China?

Laporan: Tri Bowo Santoso
Kamis, 22 September 2022 | 06:28 WIB
Kapal perang USS Mount Whitney. Foto: Twitter/©US Sixth Fleet
Kapal perang USS Mount Whitney. Foto: Twitter/©US Sixth Fleet

SinPo.id - Satu kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat dan satu kapal fregat Kanada terlihat melintas di Selat Taiwan pada Selasa, 20 September 2022. Aksi itu terjadi di tengah situasi antara-China dan Taiwan yang sedang memanas.

Angkatan Laut AS menjelaskan, kapal penghancur rudal jelajah Higgins dan kapal fregat Kanada Vancouver hanya melakukan transit di Selat Taiwan. Kapal AS itu berada di kelas Arleigh Burke, sementara kapal Kanada berada di kelas Halifax.

"Kerja sama seperti ini menunjukkan poin pusat dari pendekatan kami menuju wilayah yang aman dan makmur," demikian pernyataan dari AL AS, dikutip dari Reuters.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Kanada Anita Anand, mengatakan, sebagai bagian dari negara Pasifik, sangat berkomitmen menjunjung tinggi stabilitas global dan kesejahteraan wilayah Indo-Pasifik.

"Rutinitas transit di Selat Taiwan pada hari ini menunjukkan komitmen kami untuk wilayah Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan inklusif," ujar Anand dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, Komando Armada Timur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), terus memantau pergerakan kapal itu dan memberikan peringatan.

"Pasukan armada terus waspada dan secara tegas melawan seluruh ancaman dan provokasi, dan secara tegas membela kedaulatan dan integritas teritorial nasional," tulis pernyataan PLA.

Meski demikian, Kementerian Pertahanan Taiwan menilai, misi kapal perang AS dan Kanada ini merupakan situasi normal.

Transit kapal militer AS di Selat Taiwan kemarin merupakan yang kedua dalam kurun waktu satu bulan.

Tak hanya itu, ini merupakan kedua kalinya AS dan Kanada transit di Selat Taiwan dalam waktu kurang dari setahun. Transit terakhir kedua negara itu dilakukan pada Oktober 2021.

Sementara itu, situasi Taiwan dan China semakin memanas setelah kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS Nancy Pelosi ke Taipei. Beijing menilai kunjungan ini mengancam kedaulatan China dan meresponsnya dengan melakukan latihan militer yang mengepung Taiwan.sinpo

Komentar:
BONGKAR
Aplikasi Sinpo
POJOK SINPO
Koran Sin Po edisi 14 Januari 1939 menulis berita “Super Microscoop”. Laporan tekhnologi itu menyebutkan laboratorium Jtlectron-Optisch dari Siemens & Halske di Duitschland telah telah mengumumkan satu temuan tekhnologi yang mampu melihah micro-organisme dan benda micro-inorganisch yang disebut alat super-microscoop.
- Koran Sin Po
BERITATERPOPULER
09
DIY Tuan Rumah ASEAN Tourism Forum 2023

BUDAYA | 1 hari yang lalu