Dewan Pers SinPo

Bijaklah Menyikapi Kritik Najwa Shihab

Oleh: Saiful Huda Ems (SHE), Pengacara dan Aktivis Politik
Selasa, 27 September 2022 | 13:54 WIB
Jurnalis, Najwa Shihab. Foto: Istimewa
Jurnalis, Najwa Shihab. Foto: Istimewa

SinPo.id - Najwa Shihab (NS) dan bapaknya Prof. Quraish Shihab itu sejak dulu pendukung utama Jokowi, dan pilihan politik NS apalagi bapaknya yang mendukung Capres Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019 diikuti oleh banyak orang Islam, khususnya dari kalangan pesantren. Hal inilah yang membuat pemuka-pemuka kelompok Islam garis keras melabeli Prof. Quraish Shihab dan keluarganya sebagai penganut Syiah, agar orang-orang Islam Indonesia yang mayoritas penganut Sunni menjauhinya dan tak mau mengikuti pilihan politiknya.

Akan tetapi, seiring waktu yang terus berjalan, terjadi banyak perubahan kebijakan di negeri ini yang mungkin tidak bisa diterimah oleh akal sehat NS, sehingga NS mulai bersikap kritis pada Pemerintahan Jokowi. Contoh yang nyata adalah ketika NS tidak sepakat dengan perubahan UU KPK yang dia anggap melemahkan KPK dan tidak sesuai dengan janji Jokowi saat debat Capres-Cawapres 2019, yang ingin memperkuat KPK 10 kali lipat dari sebelumnya.

Selain itu, soal UU Cipta Kerja Omnibus Law yang dianggap NS merugikan kaum buruh, dan terakhir soal penanganan kasus Sambo oleh penyidik yang dianggapnya terjadi banyak rekayasa dan berbelit-belit, serta gaya hidup beberapa elite kepolisian yang hedon dan suka pamer.

NS merupakan perempuan yang lahir dari keluarga Ulama Cendekia yang kental dengan pemikiran-pemikiran kritisnya. Bapak dan Pamannya (Prof. Alwi Shihab) merupakan mantan-mantan menteri yang sangat produktif dalam melahirkan karya-karya tulis ilmiah. Orang seperti NS tentu tidak bisa disuruh diam melihat ketimpangan sosial dan kejanggalan berbagai kebijakan, yang dalam pandangan pribadinya harus diluruskan. Meski demikian sampai saat ini belum pernah kita dengar NS mendukung figur politik manapun yang digadang-gadang oleh partai politik untuk jadi Capres maupun Kepala Daerah.

NS juga belum pernah sekalipun berkampanye untuk menjatuhkan Presiden Jokowi, bukan?...Ini artinya apa yang selama ini dilakukan oleh NS masih dalam batas-batas kewajaran, sesuatu yang normal sebagai layaknya seorang jurnalis dan intelektual kritis. Jangan dibanding-bandingkan NS dengan NM yang lebih gemar memamerkan pakaian bikini dan lekak lekuk tubuhnya daripada kecemerlangan pemikirannya, bukan bandingannya NS bukan?.

Maka saudara-saudaraku, ayo mulai sekarang kita jadi orang yang adil dalam menyikapi persoalan, tutup mata mereka yang bicara itu siapa dari golongan apa keturunan apa. Sebab bagi Tuhan kita semua sama. Sayyidina Ali karramallahu wajhah bersabda, "Undzur ma qoola wala tandzur man qoola", Dengarkan apa yang dibicarakannya dan jangan lihat siapa yang sedang membicarakannya.

 

 

 sinpo

Komentar:
BONGKAR
Aplikasi Sinpo
POJOK SINPO
Koran Sin Po edisi 14 Januari 1939 menulis berita “Super Microscoop”. Laporan tekhnologi itu menyebutkan laboratorium Jtlectron-Optisch dari Siemens & Halske di Duitschland telah telah mengumumkan satu temuan tekhnologi yang mampu melihah micro-organisme dan benda micro-inorganisch yang disebut alat super-microscoop.
- Koran Sin Po
BERITATERPOPULER